MARAH…?ga’ lah yauw…..

Juli 28, 2008 pukul 10:36 pm | Ditulis dalam Tips jitu... | Tinggalkan komentar

Ada tiga hal yang diperingatkan Allah dan rasul-Nya agar kita tidak tergelincir dalam kehinaan. Salah satunya adalah marah.

Pada prinsipnya, Islam tidak melarang kita marah sebab itu manusiawi. Dalam Islam marah terbagi menjadi dua: tercela dan terpuji. Marah yang tercela yang lahir dari dorongan nafsu.

Rasulullah melarang marah yang timbul dari nafsu karena membutakan seseoarang dari kebenaran dan menajdi pemicu semua keburukan. Rasul bersabda, “marah adalah awal segala keburukan.”

Karena marah, iblis terkutuk dan terusir dari surga. Ketika Allah menciptakan Adamn dan memuliakannya, iblis marah dan dengan sombongnya berkata, “aku lebih mulia daripada Adam.”

Marah tidak dapat menyelesaikan masalah, bahkan memperkeruh masalah. Rasul bersabda, “marah adalah api setan yang menyala, yang mencelakakan, dan membongkar aib seseorang. Orang yang menahan marah ibarat memadamkan api dan yang membiarkannya berarti telah menyalakan api dengan kemarahan.” (muttafaq alaih)

Marah disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya, bergurau yang keterlaluan, ‘ujub (bangga diri), sombong, keinginan yang tidak tercapai, dan ambisi yang kuat untuk mendapatkan harta dan takhta (kadang juga wanita…he3x ato toyota beserta jakarta nya)

Rasul mengajarkan beberapa hal agar dapat menahan kemarahan.

Pertama, selalu melatih diri untuk menahan marah. “Orang yang kuat bukan yang piawai berkelahi (jagoan gitchu), tapi yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (muttafaq alaih)

Kedua, berwudhu. “Sesungguhnya marah itu dari setan. Setan diciptakan dari api. Api hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka, jika salah seorang dari kamu marah, hendaklah ia berwudhu.’ (HR. Abu Dawud)

Ketiga, jika sedang berdiri, duduklah. Jika sedang duduk , tidurlah miring. Ini untuk mendekatkan tubuh orang yang sedang marah ke tanah agar sadar akan asal penciptaaannya dan merasa hina. Lalu menahan amarah, sebab marah timbul dari kepongahan.

Keempat, diam. Kelima, berpikir tentang keutamaan orang yang menahan amarah dan bersikap arif kepada orang lain. Keenam, meminta perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari tipu daya syaithan.

Akan tetapi, mari kita ingat….

Bahwa tidak semua kemarahan dilarang. Dalam kondisi tertentu, marah malah dibutuhkan. “Barang siapa yang bermusuhan dengan orang fasik dan marah karena Allah, maka Allah juga marah karenanya dan meridhainya di hari Kiamat.” (muttafaq alaih) Subhaanalloh…Islam memang paling lengkap ajarannya…..

Wallahu A’lam

Pada akhirnya…

Mo marah lagee…hanya kerana di putus ma pacar….??gak lah yauw….

Mo marah lagee…hanya kerana ortu gak belikan apa yang kita pinta…..??astaghfirullah

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: