Tujubelas Agustus 1945…eh 2008

Agustus 11, 2008 pukul 5:45 am | Ditulis dalam taWasho 4 U | 2 Komentar

assalamu’alaikum buat sobat blogger muslim semuanya…

Ingat bentar lagi hajatan TUJUBELASAN kan kita temui di mana2, ada macem lomba, ada panjat pinang, de el el…tapi yang paling dahsyat adalah..pada hari itu banyak orang yang tidak merasa kalo dirinya sedang menyekutukan Allah Ta’ala…(loh dari man kita tahu)…kita lihat mereka Berhormat kepada Bendera merah putih (sangsakaw merah putih eh put.w)…Selain itu, yang perlu kita perhatikan adalah:

1. Mereka bersenang2 di hari itu.

2. Mereka hura2 di hari itu.

3. Mereka bukannya berterima Kasih (syukur) pada Dzat yang Memelihara kita slama ini.

4. dan masih ada hal lain yang sebenarnya ta’ perlu tuk dilakukan…

Sekarang kita lihat, KEMERDEKAAN INDONESIA yang kita nikmati, tidak lepas dari Kekuasaan Allah, Kemurahan Allah, Rahmat Allah (bukan Rahmat Tuhan yang Maha Esa tapi Allah)…ini yang UTAMA..

yang KEDUA, di tanggal 17 08 1945 dulu, pendahulu kita/ nenek moyang kita bukannya bersenang2, berhura2 dalam merayakan, bahkan mereka menghayati, mensyukuri atas nikmat yang Allah telah berikan kepada mereka berupa Kemerdekaan ato bisa dikata mereka dapat KEBEBASAN TUK BERNEGARA BERMASYARAKAT, DAN MENJALANKAN ATURAN NEGARA SENDIRI (BEBAS DARI KOLONIALIS BELANDA)

yang terakhir…yang masih belum kita dan mereka lakukan adalah: Menjalankan Syari’at Allah, padahal kita tlah ketahui bahwa klo tidak KARENA kemurahan Allah tidak akan kita dapatkan yang namanya “INDONESIA MERDEKA”…(OLEH KERANANYA, MARI KITA BERSAMA TUK BERINSTROPEKSI)

Dulu, pendahulu kita berjuang demi kemerdekaan Negara dengan harta bahkan jiwa mereka pertaruhkan, tapi kita sekarang kok bukannya mensyukuri ato mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan mereka malah berpesta-pora, membuang-buang waktu, harta…dan lain sebagainya…yang kesemuanya tiada gunanya bahkan Memubadzirkan Harta…

Na’udzubillah min syarri dzaalikum…\\Mari bersama tuk instropeksi…

wallahu A’lam bish Showwab, semoga Allah hitung sebagai sedikit kontribusiku dalam memperjuangkan agamaNya, dan juga sebagai tanggung jawabku atas apa yang ana tlah ketahui…amien…

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ..menghormati bendera tidak serta merta ‘sedang menyekutukan’ Allah Ta’ala.. lain hal-nya kalo nganggap bendera atau apapun itu bener2 membawa manfaat atau bencana.. lagipula, itu kan bukan ritual ke-agamaan.. cuma kegiatan sosial..πŸ™‚

    kalo masalah pesta pora dan hura2, aq sependapat.. mestinya, suka cita seperti itu dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan..

    ..masalah Tuhan Yang Maha Esa,..itu ‘mengadopsi’ inti dalam surat Al Ikhlas, dalam bahasa yg disesuaikan dengan kaum di Indonesia..πŸ™‚
    πŸ™„ maap kalo ternyata aq salah me-representasikan hal2 tersebut di-atas..
    akhi…gapapa ga sependapat ma ana dalam hal ini…tapi tolong akhi kejelasannya mengenai “menghormati bendera tidak serta merta ‘sedang menyekutukan’ Allah Ta’ala” trus klo bukan itu apa tujuan mereka yang sedang menghadap, meletakkan tangan kanan di depan dahi? tanda hormat mereka af1 ana blum bisa mengerti. Boleh akhi katakan ini bukan ritual keagamaan, tapi kalo dikata ini kegiatan sosial…padahal sosial itu yang ana tahu adalah sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat, bagemana bisa dikata sosial lha wong yang kita hadapi itu adalah bendera (kain???) af1 ana minta kejelasannya…

    iya…dan sekarang sudah deket dengan bulan puasa, mari kita niatkan tuk maksimalkan amalan…kita…
    moga Allah beri kkuatan pada kita semua…amien

    o ya??? klo bgitu ana sependapat deh…buat kita yang udah tau lebih baik pake kata Allah buka???!!!

    syukron atas presentsi akhi…moga berbenah…
    wassalamu’alaikum, moga dengan silaturahim ini dapat perkuat ukhuwah kita…amien

  2. .masalah memberi hormat pada bendera, aq jadi inget hampir 20 tahun yang lalu, ketika masih smp.. ada seorang teman, dia non muslim (ibadahnya ke Pura), setiap upacara hari senin, dia tidak pernah mau ‘memberi hormat’ pada bendera, alasannya, dia tidak mau ‘menyembah’ selain kepada ‘dewa’-nya..akhirnya dia ‘dipaksa’ pindah sekolah..

    kalo persepsi q, menghormati bendera ya gak ada kaitan yang relevan atau signifikan dengan tindakan sedang menyekutukan Allah..sama hal-nya ketika memberi hormat pada pemimpin upacara..sama halnya dengan ‘menghormati’ orang tua/guru/tamu/dst..sama halnya dgn melakukan shalat ‘menghormati’ masjid.. Karena bendera cuma kain, maka cara menghormatinya ya bentuk pelaksanaannya kan beda, malah tidak setiap kali kita lihat bendera harus menghormat..πŸ™‚

    sosial yang q maksud, dalam artian sosial kenegaraan..jadi, semacam etika kita dlm hidup bernegara / bermasyarakat..Kalo aq sih, tidak menganggap memberi hormat pada bendera itu sebagai ‘ritual ibadah’.. Lagipula, hubungan manusia dengan Sang Pencipta kan bukan dalam konteks hormat-menghormati, manusia kan menyembah dan beribadah kepada Allah SWT.

    btw, jika merasa gak ‘nyaman’ dengan tindakan menghormati bendera, ya gpp lah..πŸ™‚

    iya, ukhuwah itu penting, agar tidak tercerai-berai, sehingga tidak menjadi seperti buih di laut..

    mohon maap kalo ada yg salah.. I’m just a human..
    assalamu’alaikum…pak arief
    syukron atas partisipasinya…buat blogger yang lain???
    af1 belum sempat bales comment nya pak…
    moga nanti klo da kesempatan ana post…
    insyaAllah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: