Hakikat Dunia…

Agustus 17, 2008 pukul 11:04 pm | Ditulis dalam bahaN Introspeksi | Tinggalkan komentar

Suatu Hari Nabi Muhammad saw. berjalan di pasar di kelilingi oleh orang banyak. Mendadak dia menemukan bangkai cempe/ anak kambing yang cacat di telinganya, maka Rasulullah mengangkat telinga kambing itu dan bertanya pada mereka:” siapa yang mau membeli kambing ini seharga satu dirham?” Jawab mereka “Tidak ada yang mau beli kerana ga ada gunanya”. Kemudian beliau bertanya lagi: “Bagemana jika ini diberikan padamu secara gratis?” apa jawab mereka???? “Demi Allah, andaikan itu masih hidup, iapun cacat, apalagi sudah jadi bangkai”. Maka Nabi bersabda: “DEMI ALLAH, SUNGGUH DUNIA INI LEBIH HINA DALAM PANDANGAN ALLAH, DARI BANGKAI INI BAGI KALIAN SEMUA” (HR. Muslim).

Tragis memang, dunia yang dikejar2 banyak manusia, tak kenal waktu-siang malam- itu ternyata di hadapan Allah dan RasulNya tidak berharga, bahkan Allahpun telah mengingatkan:

“Kehidupan dunia ini tiada lain hanya permainan dan penghibur, sedang tempat di Akhirat itulah hidup yang sebenarnya, andaikan mereka mengetahui” (Al-Ankabut 64)”

Dunia memang manis dan indah (klo bahasa Rasul “hulwatun khodlirotun”/ manis dan hijau). Tak seorangpun mengingkari (kita termasuk dari mereka juga) bahwa harta, tahta, wanita,toyota, bahkan jakarta sekalipun merupakan lambang kenikmatan dunia. (wal ‘iyaadzu billah min syarri dzalikum)

Inilah alasan mengapa jutaan manusia meributkan dan memperebutkan dunia. Mereka rela korbankan apa saja tuk raih kenikmatan itu. tidak heran jika ada orang yang menggadaikan dirinya bahkan keluarganya demi mereguk nikmatnya dunia. Bagi mereka hidup adalah dunia. mereka bemotto “selagi hidup reguklah kepuasan dunia” (semoga Allah jauhkan kita dari sifat ini)

Tapi bagi orang beriman, dia meyakini bahwa dunia hanya sementara, masih ada kehidupan yang abadi, yakni kehidupan akhirat. Nasib di akhirat nanti ditentukan oleh amal dia selama hidup di dunia. Hingga mereka mengumpulkan amal baik sebanyak2nya tuk menembus pintu2 sorga, bahkan mereka rela jika hidup di dunia seperti di penjara, dan ini sejalan dengan sabda Rasul,

“DUNIA INI BAGAIKAN PENJARA BAGI MUKMININ, DAN SORGA BAGI ORANG KAFIR” (HR. Muslim)

Itulah sebabnya Beliau SAW tidak mau bermewah2an selama hidup…

Walaupun tuk melakukan hal itu sangat mudah bagi Beliau SAW….

Nabi SAW bukanlah orang miskin…tapi juga tidak pernah menyimpan hartanya di dalam rumahnya…

Subhanalloh…(la kita???..)

Sekarang saatnya bagi kita tuk slalu instropeksi diri…muhasabah…

Wallahu A’lam

virdaus Rojaie_5 pagi lebih 45 menit_in my inspiration room

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: