Tanggapan comment postingan ana di Syari’at Islam 4 umat

Agustus 18, 2008 pukul 10:47 pm | Ditulis dalam Majlis Ilmu | 5 Komentar

Bismillahirrahmaanir Rahiem, coretan ini ana post. tidak lain sebagai tanggung jawab ana kepada Allah atas apa yang telah ana ketahui, dan mengacu pada Sabda Rasul yang bunyinya “Ballighuu ‘anni walau aayatan…(al-hadits)” artinya: Sampaikan (oleh kalian) dariku (ajaran nabi Muhammad SAW) walaupun satu ayat….

emm.. revisi dikit, yang ngatur masalah pencurian, bukan UUD, tapi KUHAP..

SYUKRON atas koreksinya… harap maklum ana khan bukan pengusung paham hukum2 bikinan tangan manusia; UUD/KUHP/KUHAP dll. He…3x.

Ana hanya taat kepada aturan Allah Swt. dan Rasul-Nya. Ketika Allah perintahkan, “Kemudian Kami jadikan engkau (hai Muhammad) di atas syariat dari tiap perkara, maka ikutilah (laksanakanlah), dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengerti (faham).” Qs. Al-Jatsiyah : 18. ana, sebagai seorang muslim, harus ta’at, tunduk, patuh kepada perintah Allah untuk mengikuti syariat Allah dan Rasul-Nya. Dan yang kedua, ana ta’at ketika Allah menyuruh ana untuk meninggalkan pemikiran orang2 bodoh. Seorang muslim harus ta’at perintah Allah dan sesungguhnya siapa saja yang mengingkari perintah Allah berarti tidak ta’at kepada-Nya… (keimanannya perlu dipertanyakan…!!!)

Masih banyak ayat-ayat lainnya yang menyatakan agar kita berhukum dengan menggunakan aturan, tatanan, ato syari’at Islam.

Masalah kenapa belum di-terapkannya Syariat Islam secara keseluruhan di wilayah Indonesia, karena rakyatnya ajah yg gak mau, atau belum mau… Kalo rakyatnya mau, kan bisa di-terapkan, minimal secara lokal dulu, seperti di beberapa ‘tanah perdikan’ di Indonesia..

Afwan… sebenarnya yang ga’ mau itu rakyat atau pemimpin?! He…3x. selama ini kita khan ‘dijegal’ terus oleh pemimpin2 yang kotor. Dulu waktu dideklrasikan Pancasila/UUD 45, bukankah ulama kita sudah memasukkan Piagam Jakarta, tapi ada oknum2 jahat yang ‘menyunat’ 7 kata dalam Piagam Jakarta dari UUD 45 tanpa sepengetahuan ulama kita, sehingga yang dimaklumatkan kepada rakyat adalah UUD ‘sunatan’ yang ada sekarang ini. Siapa oknumnya? Ya, orang yang ngakunya “wakil rakyat” kita itu!

Sebagai misal: Dalam konteks potong tangan untuk para pencuri yang sudah melampoi batas had, kenapa ditolak juga, karena mungkin (husnudhan dikiiiit…) mereka adalah para ‘penikmat’ harta2 korupsi… so, takut untuk dipotong tangannya… kalau mereka tidak merasa telah ‘mencuri’ kenapa juga mereka takut, toh bukan tangan mereka yang dipotong, tapi tangan sang pencuri?! (afwan kalau paragraf ini dianggap sinis. Tapi bukankah begitu akhi…?!)

Kalau dikatakan mayoritas rakyat Indonesia menolak syariat Islam, apa sudah pernah diadakan polling secara menyeluruh secara adil…?! Karena sistem yang digunakan di Indonesia adalah sistem demokrasi… dan Islam bukan agama yang berasaskan pada Demokrasi… bila sistemnya salah maka hasilnya pun akan rusak pula. Contoh riil: ada seorang pasien yang sakit pada bagian perutnya. Di sana ada 3 orang

Syariat islam diterapkan secara lokal, ana setuju…

Tatanan ke-khalifahan sekarang sudah berubah, kalo mau menerapkannya, ya tidak mengikat hanya untuk Indonesia ajah, tapi seluruh umat muslim di dunia.. Jadi, konsep penerapan syariah itu, sama2 di-akui dan dilaksanakan oleh seluruh umat Islam di dunia, tapi bukan dalam hubungan bernegara..

Af1… sejauh mana anda mengenal khilafah?! Saya harap teman2 HTI bisa mengulas lebih luas tentang khilafah sebagai pengetahuan bagi kita semua. Yang ana fahami, bahwa dalam Islam juga dikenal Daulah Islamiyah, yang lingkupnya lebih kecil. Negara misalnya, seperti Deklarasi Daulah Islamiyah Irak 2 tahun yang lalu. Demikian pula adanya kaidah Ushul Fiqih: “maa la yudraku kulluhu la yutraku kulluhu” (apa-apa yang belum bisa dicapai secara keseluruhan, maka tidak pantas untuk ditinggalkan semuanya) artinya, sejauh mana dan sebesar apa lingkup yang bisa kita lakukan untuk menerapkan sistem khilafah padanya, maka mencampakkan khilafah Islam secara keseluruhan merupakan kesalahan besar. Oleh karenanya, menyadarkan umat adalah tugas utama kita semua.

Kalo berdasarkan pandangan q sih, pancasila dan konstitusi kita, sedikit banyak mengacu pada Ajaran Islam, yang di-aplikasikan untuk ’semua pihak’…

Semua pihak?! Maksud anda, kepada penganut agama lain?! He… apakah anda mengira Syariat Islam itu hanya untuk umat Islam…?! Bila demikian, maka anda harus banyak mempelajari Islam lagi. Islam menjamin kebebasan agama, melindungi para penganutnya. (silahkan lihat sirah2 zaman Nabi dan sahabat, rakyat yang berada di bawah naungan syariat Islam) Apakah pancasila bisa menjamin hal ini.

Kita ini ciptaan Allah, maka Allahlah yang paham betul tatanan yang dibutuhkan oleh manusia. Maka Allah memberi UU-Nya; Qur’an dan Sunnah. Sebagaimana TV bikinan Toshiba harus memakai pedoman Toshiba, bukan pedoman TV Samsung yang dipakai.

Saat ini, gini ajah, mari intropeksi diri, sejauh apa tindakan2 yg panjenengan lakukan telah sesuai dengan Syariat Islam dalam kehidupan se-hari – hari ?.. Apa yg membuat yakin bahwa tindakan2 tersebut emang bener2 telah sesuai ?..

Ana meyakini apa yang ana lakukan merupakan aplikasi dari syariat Islam, karena ana faham apa itu syariat Islam. Memang ana masih butuh belajar secara mendalam tnt hal ini, namun yang ana syukuri adalah apa yang ana dapat walaupun sedikit, ana berusaha untuk bisa melaksanakannya. Dan ana berusaha untuk menyampaikan pada orang lain dengan apa yang ana mampu.

Dan akhirnya segala urusan ana titipkan pada Allah, bila ada benarnya maka itu datang dari Allah, dan bila ada salahnya maka itu dari diri saya dan dari syaithon (wal ‘iyadzu bilLlah). Moga Allah menghitungnya sebagai amal shalih…amien

Wallahu A’lam bish Shawwab

virdaus rojaie ‘n al-atsary_in my inspiration room_9 malem lebih 55 menit

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.