Istinbath Az-Zumar ayat 9

Desember 12, 2008 pukul 11:28 pm | Ditulis dalam Majlis Ilmu, Mutiara Hikmah, Renungan | Tinggalkan komentar

Bismillahirrohmaanirrohiem. Allahumma laa ‘ilma lanaa illa maa ‘allamtanaa, fa’allimnaa maa yanfa’unaa, wa zidnaa ‘ilman naafi’a, walhamdulillahi ‘alaa kulli haal wa na’uudzubillahi min syarri ahlin naar.

Setelah Allah menerangkan prihal sifat2 buruk orang kafir; Allah memberikan perbandingan antara sifat2 mereka dengan sifat2 orang beriman – yakni tidak berserah diri kecuali hanya pada Allah SWT -, Allah sebutkan:

1. Apakah orang kafir itu lebih baik keadaan dan tempat kembalinya, ataukah orang beriman pada Allah, yang slalu tho’at dan tunduk, slalu dalam keadaan beribadah kepada Rabb-nya (baek dalam keadaan tidur, duduk, ataupun berdiri; di sepanjang malam), di samping itu mereka juga takut adzab akhirat dan juga mengharapkan belas kasihNya…???!!!!

(bentuk pertanyaan yang tak perlu jawaban (istifhaam inkaariy/ bentuk pertanyaan yang berarti pengingkaran), artinya: orang beriman lebih baik daripada orang kafir!!!)

2. Apakah sama; antara orang yang mengetahui (‘alim/ pandai) dengan orang yang tidak mengetahui (jahil/ bodoh)??!! Sesungguhnya tiada lain yang bisa mengambil pelajaran (mereka yang mau beri’tibar) hanyalah orang-orang yang mempunyai pikiran/ akal (ulul albaab).

3. Tidak sama antara 2 kelompok ini:

‘alim (orang yang mengetahui): dia ketahui kebenaran dan mau mengamalkan serta istiqomah padanya.

jahil (orang yang bodoh): dia ketahui kebenaran akan tetapi ia tak mau tuk amalkan; atau, mereka tak ketahui kebenaran dan kebathilan jugha tidak mau untuk mengetahuinya!

4. Pelajaran yang dapat diambil dari ayat di atas adalah:

a. Orang beramal di malem hari lebih terjaga niatnya (aman dari sifat riya’)

b. Orang yang tunduk (pada Allah) slalu mempergunakan waktu2nya tuk beribadah kepadaNya; baik di waktu duduk, berdiri, bahkan dalam keadaan berbaring.

c. Keutamaan Qiyaamul lail.

d. Orang-orang yang tidak bisa mengambil pelajaran (‘ibroh).

e. Ayat ini menunjukkan atas ‘kesempurnaan manusia’ bilamana mereka mempunyai 2 hal pokok; yakni, ilmu dan amal (wujud konsekwensi atas ilmu yang ia punya)

Lihat kembali Tafsir Al-Munier j. 12, hlm 258-259.

Wallahu a’lam bi tafsiirihi

-virdaus @06:30 Saturday13122008-

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: