Hikmah Az-Zumar ayat 10-13

Desember 14, 2008 pukul 12:46 am | Ditulis dalam bahaN Introspeksi, Majlis Ilmu, Mutiara Hikmah, Renungan | 4 Komentar

Bismillahirrohmaanirrohiem. Allahumma laa ‘ilma lanaa illa maa ‘allamtanaa, fa’allimnaa maa yanfa’unaa, wa zidnaa ‘ilman naafi’a, walhamdulillahi ‘alaa kulli haal wa na’uudzubillahi min syarri ahlin naar.

Setelah menyebutkan peniadaan kesamaan antara orang yang tahu (‘Alim, mu’min) dan yang tidak tahu (jahil, kafir), Allah memerintah NabiNya supaya menasehati umatnya (yang beriman) dalam hal ketaqwaan, keistiqomahan dalam ketho’atan dan keikhlasan dalam beribadah (hanya untuk Allah) hingga terbebas dari bahaya riya’ dan syirik.

1. Katakanlah wahai Muhammad! ‘Wahai Hamba Allah yang beriman, Taqwalah kalian kepada Pemelihara kalian (takutlah adzab Allah), dengan jalan mengikuti perintah2Nya serta menjauhi larangan2Nya dan beristiqomahlah kalian dalam ketho’atan padaNya.

2. Ada kebaikan untuk orang yang mau beramal selama di dunia. Di dunia ia kan dapatkan kebaikan (berupa kesehatan, kemenangan dan kekuasaan) dan begitu juga nanti di akhirat (berupa surga dan balasan yang tiada henti)

3. Suatu amal dianggap baik manakala tidak keluar dari apa yang telah digariskan Allah untuk hamba-hambaNya (menurut pandangan Allah/ Al-Islam)

4. Kalau orang berada di suatu tempat yang dia tidak dapat tuk amalkan perintah-perintah Allah, maka henmdaklah ia berpindah (hijrah) kerana ‘Bumi Allah ini Luas’. Berpindah ke suatu tempat yang memungkinkan dia tuk mentho’ati perintah-perintah Allah.

Selaras dengan firmanNya pada QS. An-Nisa’:97

أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا

5. Kemudian Allah sebutkan balasan untuk orang yang mau berhijrah (pindah dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih aman dari kema’shiatan), denagn sebab kesabaran mereka dalam beribadah berupa balasan yang tiada hitungannya (yang berupa Jannah)

Bandingannya: Kalo Allah berikan balasan kebaikan kepada HambaNya pasti tiada hitungan, tapi kalo manusia pasti selalu menghitung balasan tuk orang laen (antara pembantu dengan majikannya)

NB:

a. Bagi yang berbuat baik di dunia, belum pasti merasakan hasilnya di dunia pula, tapi so pasti di akhirat kan ia dapatkan!

b. Hakekatnya bagi yang berbuat di dunia, dia kan dapatkan balasan yang setimpal; baik di dunia maupun di akhirat.

misal: perjuangan sahabat Rasul, sebagian mereka belum merasakan hasilnya ketika mereka masih hidup.

Ayat 12

Setelah menyatakan keikhlasan, beliau diperintah Allah supaya menyatakan kehawatiran beliau bilamana terjerumus dalam limbah kema’shiatan.

1. Katakanlah Hai Muhammad (kepada musyrik penyembah berhala)! Aku sangat khawatir dan sangat takut akan adzabNya yang pedih bilamana aku ma’shiat pada Pemeliharaku (kaitan dengan ayat sebelumnya adalah, dalam berda’wah tidak bisa menjaga niat/ ikhlas).

2. Bilamana Rasul (hamba Allah yang ma’shum/ terjaga dari dosa) sajha takut adzabNya, lebih2 dengan diri kita yang masih sangat sering mema’shiati Allah??!! Yakinkah bahwa kita terjaga dari adzabNya???

Wal’iyaadzu biLLah

Ayat 13

Kemudian Allah memperkuat perintahNya (laghi)

1. Aku (Muhammad) diperintah Pemeliharaku tuk mengibadahiNya dan tidak menyekutukanNya, serta mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah (saja) dalam menjalani ajaran agamaNya.

2. Didahulukan penyebutan maf’ul (obyek) pada ayat ini memberikan faidah (gunanya) untuk qoshr (pembatasan); artinya, bahwa aku (Muhammad) tidak menyembah selain hanya Allah saja.

Wallahu a’lam bi tafsiirihi….

-virdaus@07:40 ahad 141208 n my inspirat room-

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post.

  1. siip, nasehat yang berharga.
    Saya boleh pesan tidak? Kalo sdg maen ke blog saya, tolong saya dinasehati kalo ada postingan yg tak manfaat..

    jazaakumullah khoiron akhi…
    oh, akhi..ana musti muhasabah diri sendiri dulhu…aku masiy sangat dlo’if tuk nasehati orang lain…
    virdaus takut klo nantinya kasiy nasehat orang laen tapi virdus sendiri ga bisa konsekwensi…

    insyaAllah, selagi itu postingan berisi hal yang tidak keluar dari ketetapan Allah pasti bermanfat..

  2. …mungkin sama halnya dengan hukum sebab akibat, amal baik balasan baik amal buruk balasan buruk …supaya amal kita baiiiiik terus di sini ada “tips KEBERUNTUNGAN” selengkapnya…

  3. moga setiap tulisan ini akan terus menjadi tasbih Anti.
    salam kenal
    moga dapat saling memberi nasihat dalam kesabaran

    amien…
    jazaakumulloh khoiron…
    salam silaturahmi balik, akhi…

    amien, dan jugh asebagai pengamalan dari surat Al-‘Ashr…
    but, kok anti???
    afwan silakan silaturahmi to my blog..
    n klik “about me”

  4. Jazakumullah khoir.

    amien waiyyaakum…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: