empat yang perlu kita cermati…

Januari 17, 2009 pukul 6:01 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, Nyantai-Rohah, Renungan | 4 Komentar

Bismillahirrohmaanirrohiem…
Alhamdulillah, pagi ini dengan kurnia Allah ku masiy bisa tuk hirup udara segar, sholat shubuh jama’ah, dan masiy banyak ni’mat yang lainnya hingga ngepost tulisan yang semoga dapat bermanfaat bagi kita semuwa. Bilamana ada baiknya maka itu semuwa datangnya dari Allah dan bilamana hanya kejelekan yang didapat maka buanglah jauh2 dari benak pikiran anda, dan…bilamana ada kekurangan, maka andalah orang yang kan sempurnakan…semoga….

Seperti hari-hari kemaren, cahya mentari pagi menyapaku di ufuk timur. Udara masih terasa dingin menusuk tulang (alo setelah masuk ruangan AC pun diidupken…fhiuh tambah dingin nih rasanya…)alhamdulillah. Kabut tipis pun berjatuhan ke bumi nan indah lestari ini.

BTW, kenapa musti tiap kali sedang santai-santai terbersit suatu hal yang bisa ditulis, dan pinginnya ntar idupin kompi langsung tulis tuh suatu hal…eee, idupin kompi../buka word, ketik satu dua tiga kata… tak brapa lama rasa bossend, kantuk, de el el menghinggapi diri yang dlo’if ini hingga tulisan pun hanya sampe pada dua baris ajha, masa’ gitu mo dipost..??? ya nggak lah…!

Tapi, tadi malem, kali ini…Allah kurniakan semangat yang insyaAllah tetep eksis hingga kembali ke haribaanNya…amien, walopun belum selese ngantuk jugha…he….

Mungkin kerana terinspirasi ma ceramah-ceramah yang membahas tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar, yakni bahwa hal ini harus dipunyai oleh tiap orang yang ngakunya Muslim. Mungkin juga…kerana akhir-akhir ini temen-temen pada ngedengerin ceramah yang berisi tentang kewajiban amar ma’ruf nahi munkar atas tiap orang yang ngakunya MUSLIM…

Suatu kali Al-Khalil Ibnu Ahmad pernah mengatakan di dalam kitab, Ihya’ ulumud dien karangan Al-Imam Al-Ghazaali bahwa macam manusia tu da empat:

1. Rojulun yadri annahu yadri wa yadri annahu yadri,
2. Rojulun yadri wa laa yadri annahu yadri,
3. Rojulun laa yadri wa yadri annahu laa yadri, dan
4. Rojulun laa yadri wa laa yadri annahu laa yadri.

Apa sih maksud tulisan di atas???

Mari bersama kita amati satu persatu pernyataan-pernyataan di atas,

Mulai dari yang pertama, seseorang yang tau bahwa dirinya tau dan merasa bahawa dirinya tu tau, maksudna ada sorang yang dia itu ada ilmu dan dia pun ngerasa bahawa dirinya punya ilmu. Orang yang begini ini yang musti kita ikuti, dan kita contoh!!!
Kerana dia adalah orang yang sadar akan keilmuan yang ia miliki…yang semestinya kan mengantar dia pada amalan yang baik pula di kesehariaannya, insyaAllah…

Kedua, seorang yang tak merasa bahawa dirinya ada ilmu, orang yang seperti inilah yang perlu kita bangunkan, kita beri semangat dia, dan perlu kita sedarkan kerana sebenarnya dia mempunyai bakat terpendam dan pengetahuan yang amat luas akan tetapi sayang seribu sayang ia tak merasakan akan hal itu…

Ketiga, seorang yang tidak tau dan merasa bahwa dirinya tidak tau. Orang yang seperti inilah hendaknya yang kita ajari. Kerana hakekatnya, dia adalah orang yang butuh petunjuk…

Dan yang terakhir, seorang yang tidak tau dan tidak tau bahwa dirinya tidak tau, dengan kata laen…orang yang bodoh tapi tak merasa kalo dirinya tu bodoh, bahkan lebih parah lagi klo ini orang membantah ajakan baik orang lain, orang yang begini ini haruslah kita jauhi dan kita tinggalkan…

Kriteria pertama biasa dimiliki Ulama’ istiqomah, ilmu dan amalannya benar, dan inilah yang harusnya kita ikuti.
Untuk kriteria kedua ini, bilamana kita mengetahuinya maka hendaklah kita menyedarkan dia.
Ketiga, orang yang selalunya waktu yang ia miliki digunakan tuk cari pengetahuan tentang ajaran Islam, maka kewajiban orang yang berilmu adalah mengajarinya…

Dan yang terakhir, knapa kok malah ditinggalkan???kenapa tak kita ajari???
Bagaimana kita akan mengajari??? Ulama’ saja ia bantah!!!! Astaghfirulloh….
Dan sifat terakhir inilah yang perlu kita hindari, kita jauhi, kita buang jauh2 dari diri kita, dan semoga Allah lindungi diri kita semuwa…

Terus posisi kita sekarang ini ada di mana???
andalah yang kan menentukan…dan Allah Maha Kuasa akan segala sesuatu…

wal’iyaadzu biLLah…
inspirated by Al-ustadz Habib Rizieq Shihab…

Jazaakumulloh khoir bib….

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post.

  1. kalo yang punya ilmu tapi sombong (ga mau berbagi ilmu sama yang lainnya), sok dekat dengan Allah itu dalam kategori yang mana, dik?

    afwan kak…
    adek lum banyak ilmu, mesti blajar laghi kak..
    klo utk soalan akk, di atas musti mikir dulu….

    yach, utk sementara masuk kategori ke empat…
    wallahu a’lam…

  2. Assalamu Alaikum

    wagh, klo aQ kriteria yg mn y? Mmm….campur2 semuanya dech..soalna kadang jd kyk yg pertama, kdg kedua, kdg ketiga, kdg jg keempat..hehe… jd gmn dounk?

    nice Post

    wa’alaikumussalam…warohmatulloh wabarokaatuh…

    akupun yang mana ya???
    harapannya siy yang ke satu, tapi ntahlah, bila tak dapet nomer satu…ya nomer tiga juga takpe….
    “tak tau, tapi merasa bahwa dirinya tak mau dan ada kemauan tuk cari tau…”

    insyaAllah, istiqomah…

  3. hanya ingin minta maaf….
    semoga kita bisa istiqomah…

    tak pe bang…
    kita sama maafkan, insyaAllah…
    amien

  4. Nabi pernah memerintahkan kpd para sahabatnya untuk menolong orang yg dzolim dan yg terdzolimi. Kemudian para sahabat paham ttg bagaimana menolong org yg terdzolimi. Tapi para sahabat bertanya bagimana cara menolong orang yg dzolim? Lalu Nabi menjawab, caranya ialah mencegahnya/melarangnya dari berbuat dzolim tersebut..wallahu a’lam

    btul akh…
    tambah referensi akh…
    insyaAllah bermanfaat…
    “unshur akhooka dhooliman au madhluuman…!!! kata nabi…
    walhamdulillah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: