indahnya tarbiyatul umm…

Januari 27, 2009 pukul 7:46 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, ceR_pen, Renungan | 13 Komentar

bismillah,
Allah Ar-rochiem, Dialah Dzat yang maha Penyayang, Allah jauh lebih sayang kepada kita bila dibanding dengan siapapun, Allah masih tetap memberikan kita rezqi meski kita melakukan dosa, Allah tetap ingat kita meski kita tak pernah ingat kepadaNya…astaghfirulloh

kata orang dalam puisinya
“kasih ibu sepanjang beta…
tak terkira sepanjang masa…
Hanya memberi, tak harap kembali (kcuali balasan dariNya)
bagai sang Surya menyinari dunia…”

Masya Allah begitu besarnya kasih sayang yang ibunda berikan kepada kita…tiada lagi terhitung kasih sayangnya kepada kita, mulai dari sewaktu masih dalam kandungan, terus saat-saat melahirkan, menyusui, merawat setiap waktu, mengganti, mencuci pakaian yang kita pake (sewaktu kecil mestinya..iya kan??). Tak pernah aku dengar seorang ibu minta balasan kepada anaknya kerana jasa dan kasih yang Allah berikan melalui sang Ibunda…Subhanalloh…(tapi jangan lupakan kasih sayang ayah loh ya…mereka pun tak kalah besar jasa mereka pada kita…)

Dan…
ternyata, bila kasih sayang seorang ibunda kepada ananda sangat dalam, padahal itu semuwa hanyalah SATU BAHAGIAN SAHAJA dari seratus bagian dari kasih sayang Allah yang dibagikan kepada SELURUH makhluqNya di dunia ini…! masyaAllah, maka karunia kasih sayang seperti apa yang niscaya Allah berikan kepada para penghuni Surga nanti??? yang perbandingannya ada 99??? (asmaul Husnaa…)
masya Allah…

Surga…/ Jannah…
sifatnya adalah…
-maa laa ‘ainun ro-at wa laa udzunun sami’at wa laa khothoro fie qolbi basyarin…- masyaAllah…
-tiada mata yang pernah melihat, tiada pendengaran yang pernah mendengar, dan tiada terlintas dan terbayangkan oleh hati manusia…-

Robbanaa aatinaa fid Dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban Naar…
Robbighfir lanaa waliwaalidiina warhamhum kamaa robbauna shighooroo…amien Yaa Robbal ‘aalamien…

inspirated by, suatu kisah yang menceritakan pengaduan seorang anak yang menjumlah biaya yang harus ibunya bayar setelah menjalankan apa yang ibunya perintah, mulai dari mencuci pakean, menyapu halaman, pergi ke toko tuk blanjaan ibu, hingga menjaga adiknya ketika ibu sedang pergi…dan jumlah akhir, HUTANG IBU sekian rupiah…astaghfirulloh…
ketika itu sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu, lantas sang ibu menjawab.
bahwa selama sembilan bulan Ibu mengandung, menyusui, dan kasih sayang yang slalu ibu berikan, semuanya itu GRATIS…

setelah selesai ibu jawab, anak itupun berlinang air mata, kmudian mwnatap ibunya dan berkata “bu.., aku sayang sekali sama ibu…”
lantas jawab sang anak…“HUTANG IBU LUNAS…”

alhamdulillah…semoga kita dimasukkan oleh Allah dalam golongan orang yang tau diri, hingga dapat mensyukuri segala NI’MAT yang Allah berikan melalui orang tua kita, amien….

13 Komentar »

RSS feed for comments on this post.

  1. Assalaamu’alaikum Uvi.

    Tulisan yang begitu mengesankan naluri seorang anak yang begitu mengasihi seorang ibu atau ibu-ibu lain yang pernah mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak yang memerlukannya. Tiada bandingannya kasih sayang ibu. Kasih sayang ayah tidak sama dan tidak dapat mengatasi kasihnya ibu kepada si anak.

    Pengorbanan ibu tiada tandingannya. hargailah ibu dan ayah segi jasad masih bertanah di atas bumi. kenangilah jasa mereka walau sekujr tubuh itu sudah menghilang diri ditelan bumi. Iringilah kehidupan dan kematian mereka dengan doa dan redha. Jadilah anak-anak yang mengenang budi dengan mensyukuri nikmat ilahi.

    Salam mesra dari Sarawak.

    wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokaatuh umi’….

    Kef haaluk mi’???
    Moga jha kher…

    Btulkah mi’???
    Do’akan uvi dapat merealisasikan atas apa yang uvi post di laman ini ya mi’…

    Iya mi, semoga uvi jadi anak yang sholih dan dapat sentiasa tuk hormati orang tua uvi…

    Salam redha dari Solo untuk umi’ di Serawak

    Wassalamu’alaikum, semoga tugasan umi’ segera terselesaikan dan berjaya hingga akhirnya…

    amien

  2. sebenarnya apapun yang kita lakukan terhadap ibu tidak akan pernah lunas

    btul….
    Sebagaemana yang tlah dituliskan oleh seorang penyair…

    Tapi, Kasih sayang Allah melebihi segalanya, masyaAllah

  3. subhanallah
    lagi lagi soal ibu…
    dua kaca gundah bersinar T_T
    ibu….

    alhamdulillah, semoga Allah berikan perkenan tuk hormati kedua ortu kita hingga akhir hayat mereka…

    Dan sekarang, mari kita seka air mata, dan bangkit tuk perbaiki hubungan antara kita dan ortu, untuk menjadi yang lebih baik, dan ikhlashlas kunci dari segala amal…

    syukron

  4. jadi inget film PPT 2 (Para Pencari Tuhan)… ada anak yang berebut warisan ketika ditinggal mati orang tuanya, lalu anak tertua merasa paling berhak atas rumah ortunya, karena dia juga telah merawat ortunya semasa sakit,,,😀
    nice post..

    astaghfirulloh, semoga Allah jaga persaudaraan pada keluarga kita, hingga kedua orang tua kita meninggal sekalipun…
    Amien, tak jarang kita lihat di surat kabar yang menceritakan sebagaemana yanbg kau ceritakan akhi….

  5. Banyak orang yg beranggapan bahwa Ibu adalah orang yg melahirkan kita. Ada juga yg mengaggap bahwa Ibu merupakan istri dari ayah kita.

    Bagaimana jika ayah kita memiliki istri lebih dari pada 1???? Mungkin 2, 3 bahkan 4????

    Apakah istri2 ayah yg lain bukan Ibu kita????Sudah tentu mereka adalah Ibu kita yg patut kita hargai dan hormati juga selayaknya Ibu kandung kita sendiri….

    Apakah Ibu tiri merupakan Ibu yang paling jahat dimuka bumi ini???? Isya Allah tidak semuanya seperti itu,walaupun pada kenyataannya….masih juga kita mendapati Ibu tiri yang menyia – nyiakan anak dari suaminya tersebut… Semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada para ibu sekalian….

    Sayangilah dan cintai para Ibu yang telah sah menjadi istrinya ayah kita….😀

    hey..tak sabar nunggu yak???

    copy paste ajha lah…

    alhamdulillah, semoga walau istri ayah kita lebih dari satu, tapi Allah kurniakan rasa hormat dan kasih sayang tuk kita dan ibu kita.
    Kerana hakikatnya, istri-istri ayah kita merupakan ibu-ibu kita…

    Betul kata antum akhi…

    Syukron..

  6. Assalamualaikum, luthfie…
    Menyentuh sekali
    Semoga senantiasa ingat sama bundanya…

    Membaca tulisanmu…aku ingat pada sesosok wanita yang melahirkanku…dan membesarkanku

    jadi kangen….

    wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokaatuh…
    Benarkah???
    Amien, semoga sentiasa ingat sama bunda,
    Mange sebelumnya dah dilupakan yak????

    Dengan mengingat ibu, kita kan rasakan btapa besar kurnia Allah yang diberikan melalui kasih sayang yang ibunda berikan…

    Syukron silaturahminya

  7. Banyak orang yg beranggapan bahwa Ibu adalah orang yg melahirkan kita. Ada juga yg mengaggap bahwa Ibu merupakan istri dari ayah kita.

    Bagaimana jika ayah kita memiliki istri lebih dari pada 1???? Mungkin 2, 3 bahkan 4????

    Apakah istri2 ayah yg lain bukan Ibu kita????Sudah tentu mereka adalah Ibu kita yg patut kita hargai dan hormati juga selayaknya Ibu kandung kita sendiri….

    Apakah Ibu tiri merupakan Ibu yang paling jahat dimuka bumi ini???? Isya Allah tidak semuanya seperti itu,walaupun pada kenyataannya….masih juga kita mendapati Ibu tiri yang menyia – nyiakan anak dari suaminya tersebut… Semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada para ibu sekalian….

    Sayangilah dan cintai para Ibu yang telah sah menjadi istrinya ayah kita….😀

    alhamdulillah, semoga walau istri ayah kita lebih dari satu, tapi Allah kurniakan rasa hormat dan kasih sayang tuk kita dan ibu kita.
    Kerana hakikatnya, istri-istri ayah kita merupakan ibu-ibu kita…

    Betul kata antum akhi…

    Syukron..

    copy paste dari yang dulu…
    afwan , kerana lum sempat up date…

  8. saudaraku, mentari telah terbit…
    ” Ayo semangat…!!! Berjuang…!!!!”
    hanya ingin meniggalkan seberkas semangat baru,,,

    akhi…
    alhamdulillah…

    semangat baru ya, mulai istiqomah dunk…

    jazaakalloh khoir..

  9. assalamualaikum

    salam kenal akh..

    surga dibawah telapak kaki ibu

    wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokaatuh…

    salam silaturahmi balik akh…
    tapi lum bisa kunjung ke laman antum, abisnya tak ditaut siy…

    semoga Allah masukkan kita dalam gol. orang yang Ia redhai…
    amien

  10. Kasih ibu memang tak terkira harta dan jiwa,,,,, hingga sepanjang masa,,, kesabarannya dalam mendidik kita tak diharapkan balas budi,,,,, hanya kepada Allah aku memohon balasanya , semoga Syurga Jannatun Nan’im akan menanti di akhir kisah hidupnya….

    bismillah, walhamdulillah…

    subhanalloh….slaunya teringat ma sosok ibu yang sentiasa menjaga kita dan mendidik kita dengan penuh kesabaran….

    amien…amien…Yaa Robbal ‘aalamien, Robbanaa wa adkhilnaa jannataka, jannatan na’im…

  11. Ibu adalah sosok tanpa balas jasa bagiku,,, dia adalah tmpat curhat pertama yang sellu mengingtkan dan menasehati tentang dunia yang penuh dengan fatamorgana dan banyangn ilusi sesaat…
    Salam ukhuwah juga dari anak aceh…

    alhamdulillah, Allah masih sentiasa berikan kita rasa terima kasih pada ibu kita…
    dan Allah tak masukkan kita dalam golongan orang yang tak mengerti akan kepayahan dan kasih sayang ibu sewaktu mendidik mereka…
    alhamdlillah…

    sama-sama…tapi ucapan salamnya mana yak???

  12. Bukan dilupakan sih, fie…cuma kadang manusia jika sudah terjebak dalam rutinitas aktivitas dan deadline yang luar biasa, seorang anak kadang lupa bahwa dia terlahir dari rahim seorang ibu.

    Kok bisa lupa ya…padahal aku kan juga seorang ibu. Nanti kalo luthfie dha jadi bapak…dirimu baru bisa secara utuh merasakan bagaimana perasaan orangtua atas anaknya…

    iya…iya…
    btul mi’..antum bahkan lebih banyak pengalamannya dari aku…
    khan dah married…he…(lha aku???)
    kok bisa terlupa ya???(intropeksi nih mi’…)

    do’akan ajha dapet mentha’ati apa yang Allah dan RosulNya tuntunkan…

    ingat kemaren baca artikel…yang judulnya
    “kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sebatas keinginan…”
    astaghfirulloh…semoga kita terjauhkan dari sifat yang amat hina ini…
    (amien….mlamun trus pikirkan kepayahan dan kasih sayang dan kesabaran bunda kita…)

    wallahu a’lam..

  13. Tak ada kata yang dapat ku ucapkan…

    Selain,Terimkasih ibu…

    Salam damai selalu

    alhamdulillah…

    jazaakillah khoir dah sedia tuk silaturahmi…

    btul tak de apapun yang dapat menggantikan jasa sang bunda..

    dan seharusnyalah kita bersyukur pada Allah, kerana kurnia yang Allah berikan pade kita berupa kasih sayangNya melalui perantara sang Ibunda…

    masyaAllah…

    NB: ucapan salamnya mana???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: