Hijab lil Mar’ah tuk jaga muru’ah..

Oktober 28, 2008 pukul 10:55 pm | Ditulis dalam taWasho 4 U | 1 Komentar

فَقَدْ جَعَلَ الله تَعَالىَ الْتِزَامَ الحِْجَابِ عُنْوَانَ الْعِفَّةِ ، فَقَالَ تَعَالىَ : {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ} ، لِتَسْتُرَهُنَّ بِأَنَّهُنَّ عَفَائِفُ مَصُوْنَاتُ { فَلَا يُؤْذَيْنَ } (59) سورة الأحزاب ، فَلاَ يَتَعَرَّضُ لَهُنَّ الْفُسَّاقُ بِالْأَذَى ، وَفِي قَوْلِهِ سُبْحَانَهُ : { فَلَا يُؤْذَيْنَ } إِشَارَةٌ إِلىَ أَنَّ فِي مَعْرِفَةِ مَحَاسِنَ المَرْ أَةِ إِيْذَاءً لهَا ، وَلِذَوِيْهَا بِالْفِتْنَةِ وَالشَّرِّ .

وَرَخَّصَ تَبَارَكَ وَتَعَالىَ لِلنِّسَاءِ الْعَجَائِزِ اللاَّ ئِي لَمْ يَبْقَ فِيْهِنَّ مَوْضِعُ فِتْنَةٍ في وَضْعِ الجَلاَبِيْبِ ، وَكَشْفِ الْوَجْهِ وَالكَفَّيْنِ ، فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ : {وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاء اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ } ، أَيْ إِثْمٌ { أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ } ، ثُمَّ عَقَّبَهُ بِبَيَانِ المُسْتَحَبِّ وَالأَكْمَلِ ، فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ { وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ } باستبقاء الجلابيب { خَيْرٌ لَّهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ} (60) سورة النــور ، فَوَصَفَ الحِجَابَ بِأَنَّهُ عِفَّةٌ ، وَخَيْرٌ في حَقِّ الْعَجَائِزِ، فَكَيْفَ بِالشَّابَّاتِ .

والله أعلم با لصواب ….والحمد لله

Maka sungguh Allah telah jadikan kewajiban pemakaian hijab sebagai tanda penjauhan diri dari hal2 yang hina (tidak baik), Allah berfirman “Hai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang beriman supaya menjulurkan jilbab-jilbab ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal (QS. Al-Ahzab 59), sehingga (jilbab) melindungi mereka. Dan bahwasannya mereka adalah perempuan-perempuan yang menjaga diri lagi terjaga kehormatannya. (Karena itu mereka tidak akan diganggu) maksudnya, orang-orang fasik tidak akan menghalangi mereka dengan gangguan. Kemudian firman Allah { فَلَا يُؤْذَيْنَ } menunjukkan bahwa (untuk) mengetahui kecantikan wanita adalah adanya gangguan padanya, dan bagi pemiliknya ada (peluang) fitnah dan keburukan

Bersamaan dengan itu semua, Allah memberikan keringanan untuk wanita-wanita tua renta yang tidak ada tempat (peluang) timbulnya fitnah ketika melepas jilbab, dan membuka wajah serta dua pergelangan tangan, seraya berfirman: “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan kemungkinan hamil) yang tiada harapan (keinginan) untuk nikah (lagi), maka tiada dosa atas mereka (dengan sebab) penanggalan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan mereka- kemudian Allah menyatakan sesudah kalimat di atas dengan keterangan yang bersifat mustahab dan lebih sempurna seraya berfirman- “dan bahwasannya berlaku sopan -yakni dengan tetap memakai jibab (walopun udah tua renta)- adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah maha Mendengar lagi maha Mengetahui” QS. An-nur 60.

Dan pada akhir firman-Nya, Allah menjelaskan bahwa hijab akan melindungi dari hal-hal yang hina, dan lebih baik (lagi) apabila tua renta mau memakainya.

Pertanyaannya sekarang, TERUS bagaimana (hukumnya hijab) untuk para wanita yang masih muda (pemudi)????

Wallahu A’lam bish Shawwab….

-virdaUs, n my inspirat room Jum’at pagi 2 dzul Qo’dah-

Andai kau tahu yang ku tahu…

Oktober 21, 2008 pukul 10:49 pm | Ditulis dalam bahaN Introspeksi | 4 Komentar

Bismillah…akhirnya bisa posting lage…

Sobat…kef haalukum??? khoir aja khan???!!!

Rosul pernah bersabda “Niscaya kalian tidak akan bersenang2 dengan wanita di tempat tidur dan pastilah kalian akan keluar ke pelataran untuk berdo’a kepada Allah.”

Subhanalloh, jauh2 hari Rosul udah mengingatkan kita supaya tidak terlena dengan kenikmatan dunia, kerana kematian ada di depan kita. Bayang- bayang kematian yang mengiringi manusia selalu tampak di depan mata mereka yang b’jaga dan tidak lalai, serta para pemilik cita2 luhur. Sementara bayang2 tersebut tidak tampak pada mata mereka yang lalai lagi menganggur. Itu masing- masing terjadi sesuai dengan pandangan ilmu yang dimiliki.

Rasulullah sering gemetar di tengah2 para sahabatnya sambil mengucap, “Jika kamu mengetahui apa yang saya ketahui, pasti kamu sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari-Muslim)

Oleh kerananya maka mari kita selalu mengingat kematian…dan tidak berleha-leha manakala kita tlah selesai dari suatu amalan…

Allah juga ada berfirman dalam surat Al-Insyiroh..

“Fa idzaa faroghta fanshob!”

Dan ‘pabila kamu telah selese (dari suatu amalan) maka bangkitlah (beranjak ke amalan yang laen…)

moga Allah beri kemudahan pada kita tuk mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari kita…amien

Walhamdulillah

_VirO 07 Rabu 221008 page n inspirat room.._

RamaDhan gagal & RAMAdhan berH-sil bo…

Oktober 6, 2008 pukul 4:30 pm | Ditulis dalam Renungan | 1 Komentar

Bismillah Walhamdulillah…

Shiyam sebulan penuh Ramadhan adalah bagaikan training ataun testb amal. Tentu saja , ada yang berhasil dan ada tak jarang pula ada yang gagal. Wal ‘iyaadzu bilLah..!

Agar tau apakah kita termasuk berhasil ataukah gagal, harus kita ketahui dulu apa tujuan diwajibkannya shiyam Ramadhan?

Allah SWT menegaskan: ” telah diwajibkan shiyam itu atas kalian sebagaimana telah diwajibkan atas orang2 sebelum kalian, AGAR KALIAN BERTAQWA.”

Bertambahkah ketaqwaan kita pasca mengikuti test sebulan penuh?

Meningkatkah kebajikan dan sisi-sisi positif kita?

Lenyapkah maksiat-maksiat kita???

Mari kita renungkan bersama…

Mari lakukan muhaasabatun Nafs…

Wallahu A’lam

-virdaUs Rojaie. in my Inspirat room. at 23:28 6 Syawal ’29-

Cinta..oh Cinta…

Oktober 5, 2008 pukul 10:21 am | Ditulis dalam bahaN Introspeksi | 5 Komentar

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan sebaliknya adalah fitrah yang diciptakan Allah, sebagaimana firmannya:

ومن آيته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون .

Artinya:

“Dan termasuk dari bukti-bukti kekuasaan-Nya bahwa Dia menciptakan pasangan dari diri-diri kalian (tujuannya apa???..) agar kalian merasa tenang dengan keberadaannya, dan Dia juga menjadikan rasa kasih sayang di antara kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu sungguh ada bukti-bukti kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang mau berpikir”

Dengan demikian kita sebagai manusia hendaknya tidak memandang cinta sebagai sesuatu yang tabu maupun kotor, sebagaimana yang telah mengasumsi di benak mayoritas orang. Kekotoran dan ketabuan cinta tergantung pada pengaplikasiannya. Jika cinta itu terkontrol dan tidak bermuara pada pemuasan syahwat belaka, maka cinta merupakan suatu yang suci sebagaimana khittah diciptakannya anak Adam di dunia.

Cinta sebuah kata yang sarat makna. Menurut anak muda cinta musti pada lawan jenis. Kata mereka, cinta itu sebuah singkatan. C ciuman… I itu… N najis… T tapi… A asyik. Namun menurut orang tua, cinta tidaklah demikian, begitu pula ibu guru berkata. Meski demikian cinta adalah suatu hal yang pasti dimiliki dan tidak dapat dipungkiri oleh makhluk yang bernama manusia, terutama anak muda.

Kenapa demikian? Karena masa muda adalah masa di mana segala potensi itu akan muncul. Hormon-hormon cinta ketika itu berada pada puncaknya. Sehingga wajar jika kita sebagai anak muda mengalami jatuh cinta. Hanya saja bagaimana kita menyikapi cinta yang sedang bersemi di hati kita. Kak Izzatul Jannah yang biasa dipanggil Kak IJ bertutur: Anak muda yang sedang kasmaran karena cinta, bagaikan orang yang sedang mengemudikan mobil yang remnya blong. Jika ia menyadari bahwa remnya blong, maka dia akan berhati-hati dalam mengemudikan mobil itu. Sebaliknya, jika ia tak menyadari or acuh ta’acuh, maka ia akan sembrono. Begitu juga dengan anak muda mabuk cinta. Jika ia sadar, ia akan berhati-hati tidak melakukan hal-hal yang akan menyebabkan Allah murka, selanjutnya ia akan menggapai cinta dengan keridlaan Allah. Sebaliknya jika ia tak sadar, bahkan lepas kontrol, maka dia akan menggapai cinta dengan kemurkaan Allah dan terjerumus pada hal yang amat dibenci oleh Allah dan manusia, yaitu zina. Naudzubillah.

Pertanyaannya sekarang adalah:

Bolehkah kita jatuh C I N T A ????. . . . .

wallahu a’lam bish shawwab

-By admin Uvi07 n my inspirat room,Ahad 4 syawal ’29, 17:23-

Tugas calon IBU dalam rumah tangga…

Oktober 5, 2008 pukul 10:18 am | Ditulis dalam bahaN Introspeksi | 3 Komentar

Bismillah

Tepatnya tulisan ini pernah ana post ke ustd. Zakiya, my lovely teacher in Al-Islam Boarding School to her Blog..’n tuk mengenang kembali jasa2 beliau selama mengajar ana…mudah2an Allah balas beliau dengan balasan yang setimpal….amien..

Menurutku, memang benar tuh pernyataan ukht Zakiya.

Bahwa tugas utama seorang perempuan yang telah bersuami adalah sebagai ibu rumah tangga yang harus mendidik anak2nya supaya menjadi anak2 yang sholih dan sholihah. Dan inilah sebenarnya tugas yang paling hakiki bagi seorang wanita. Namun anehnya justru banyak kaum perempuan yang tidak menyadari tugas utamanya ini. Padahal anak adalah merupakan amanat Allah yang kelak di kemudian hari kan dimintai pertanggungjawabannya; apakah bunda mendidik dan merawat anaknya dengan baik ato justru tidak menghiraukannya (sebaliknya…gtoooo)

Akan tetapi, tidak selamanya koq harus di rumah teyus…, yakni manakala keadaan benar2 sangat memaksa. Dapat kita lihat sebagai contoh; kisahnya dua putri nabi Syu’aib yang menggembala kambing tatkala sang bapak (nabi Syu’aib) sudah sangat udzur dan harus istirahat total. Keduanya harus menggembala kambing dan memberi minum gembalaanya itu, akan ttapi keduanya tidak pernah bercampur baur dengan penggembala laki2 yang sedang berebut mengambil air, keduanya baru mengambil air stelah para penggembala lk2 itu pulang.

Kita lihat ‘keduanya tidak berbaur dengan pria manakala melakukan aktifitasnya’,

Hal ini jelas beda sekali dengan wanita zaman sekarang, mereka enjoy2 aja manakala bekerja di suatu tempat yang di dalamnya pria dan wanita bebas bergaul, berinteraksi dan terkadang juga sesekali main cubit – senggol sana-sini….Na’udzubillaaaah..

Buntutnya, tak jarang kita dapati adanya pelecehan seksual di antara mereka,….hi…ngeri dech….

Maka dari itu semua aq amat sangat ingin hal ini tidak terjadi pada keluargaku, dan calon istriq…nanti(nt4r klo dah slesai dan trus nikah…he..he…) amien…..

Dan akhirnya mari kita perhatikan kembali firman Allah kepada kaum wanita, “…dan hendaklah kamu menetap di rumahmu…” ato dapat kita lihat dalam surat Al-Ahzab ayat….????

Wallahu A’lam

_VirdaUs Rojaie07. 17.17, Ahad 4 syawal ’29. n my inspirat room_

Ma’afkan segala Khilaf atas lisan ta’ terjaga..

Oktober 2, 2008 pukul 12:43 am | Ditulis dalam taWasho 4 U | 1 Komentar

Bismillah…

alhamdulillah ana masi di beri Allah kesempatan tuk saling salam sapa dengan sesame blogger..

mudah2 an Allah jadikan aktifitas ini sebagai amalan yang diridloi olehNya ..amien

Alhamdulillah telah kita jalani bersama puasa Ramadhan 1429 H, mudah2an Allah masi perkenankan kita tuk jumpa dengan Ramadhan tahun depan…amien, kerana di bulan Ramadahan kita dapet sangat medah tuk perbanyak amalan dan kumpulkan pahala…kerana di bulan Ramadhan pula Allah kan melipat gandakan pahala amal seorang hamba bila ia berbuat kebaikan, tentunya…

Alhamdulillah…pagi benar ane dapet SMS dari sesame blogger yang isinya…tentu tentang permintaan maaf selama kita berisnteraksi…mudah2an (kiranya) Allah kabulkan permintaan kita semua…amien…]

Assalamu’alaikum…Sebagai makhluk yang lemah dan mudah berbuat khilaf ana memintakan maaf atas segala kesalahan baik itu disengaja ataupun tidak…Taqobbalallahu minna wa minkum…..by…some one…

Alhamdulillah, ana ucapkan pada shabat semua…

Mari rangkum kembali makna-makna kesucian, ketulusan, kebersamaan yang telah terserak (maupun yang belum terbangun). agar langkah kita semakin kuat. Agar tangan kita semakin kekar, agar jiwa kita semakin tabah. Membelah jalan menuju keridloanNya..

TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM…WAJA’ALANAA MINAL ‘AAIDIN WAL FAAIZIN…

-VirDaus Rojaie_02Syawal29H.n my inspirat room 06 page_

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.