Suarakan aspirasimu tuk bubarkan Ahmadiyah…

Juli 29, 2008 pukul 11:17 pm | Ditulis dalam Segera...!!! | 2 Komentar

Mari selamatkan Aqidah ummat dari insan yang sengaja mengacak-acak aqidah shahiehah mereka…

Mari selamatkan Indonesia kita dari Adzab Allah yang tiada hentinya…

Mari perkuat ukhuwah Islamiyah antara kita…

Partisipasi anda merupakan kontribusi terbesar demi terwujudnya Izzul Islam wal muslimin…

Bubarkan Ahmadiyah

Bubarkan Ahmadiyah

Insya Allah permudah usaha kita…

Walhamdulillah…

Iklan

MARAH…?ga’ lah yauw…..

Juli 28, 2008 pukul 10:36 pm | Ditulis dalam Tips jitu... | Tinggalkan komentar

Ada tiga hal yang diperingatkan Allah dan rasul-Nya agar kita tidak tergelincir dalam kehinaan. Salah satunya adalah marah.

Pada prinsipnya, Islam tidak melarang kita marah sebab itu manusiawi. Dalam Islam marah terbagi menjadi dua: tercela dan terpuji. Marah yang tercela yang lahir dari dorongan nafsu.

Rasulullah melarang marah yang timbul dari nafsu karena membutakan seseoarang dari kebenaran dan menajdi pemicu semua keburukan. Rasul bersabda, “marah adalah awal segala keburukan.”

Karena marah, iblis terkutuk dan terusir dari surga. Ketika Allah menciptakan Adamn dan memuliakannya, iblis marah dan dengan sombongnya berkata, “aku lebih mulia daripada Adam.”

Marah tidak dapat menyelesaikan masalah, bahkan memperkeruh masalah. Rasul bersabda, “marah adalah api setan yang menyala, yang mencelakakan, dan membongkar aib seseorang. Orang yang menahan marah ibarat memadamkan api dan yang membiarkannya berarti telah menyalakan api dengan kemarahan.” (muttafaq alaih)

Marah disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya, bergurau yang keterlaluan, ‘ujub (bangga diri), sombong, keinginan yang tidak tercapai, dan ambisi yang kuat untuk mendapatkan harta dan takhta (kadang juga wanita…he3x ato toyota beserta jakarta nya)

Rasul mengajarkan beberapa hal agar dapat menahan kemarahan.

Pertama, selalu melatih diri untuk menahan marah. “Orang yang kuat bukan yang piawai berkelahi (jagoan gitchu), tapi yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (muttafaq alaih)

Kedua, berwudhu. “Sesungguhnya marah itu dari setan. Setan diciptakan dari api. Api hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka, jika salah seorang dari kamu marah, hendaklah ia berwudhu.’ (HR. Abu Dawud)

Ketiga, jika sedang berdiri, duduklah. Jika sedang duduk , tidurlah miring. Ini untuk mendekatkan tubuh orang yang sedang marah ke tanah agar sadar akan asal penciptaaannya dan merasa hina. Lalu menahan amarah, sebab marah timbul dari kepongahan.

Keempat, diam. Kelima, berpikir tentang keutamaan orang yang menahan amarah dan bersikap arif kepada orang lain. Keenam, meminta perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari tipu daya syaithan.

Akan tetapi, mari kita ingat….

Bahwa tidak semua kemarahan dilarang. Dalam kondisi tertentu, marah malah dibutuhkan. “Barang siapa yang bermusuhan dengan orang fasik dan marah karena Allah, maka Allah juga marah karenanya dan meridhainya di hari Kiamat.” (muttafaq alaih) Subhaanalloh…Islam memang paling lengkap ajarannya…..

Wallahu A’lam

Pada akhirnya…

Mo marah lagee…hanya kerana di putus ma pacar….??gak lah yauw….

Mo marah lagee…hanya kerana ortu gak belikan apa yang kita pinta…..??astaghfirullah

Problem..? siapa takut….?

Juli 20, 2008 pukul 10:49 pm | Ditulis dalam Opini-mu | 1 Komentar

Sobat…. apa yang kamu lakukan manakala begitu banyak problem menumpuk???

Tulis opinimu…di sini….

syukron

Buat apa kehidupan ini?

Juli 18, 2008 pukul 10:10 am | Ditulis dalam bahaN Introspeksi | Tinggalkan komentar

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah mengutus hamba-Nya yang mulia, Muhammad saw. sebagai Rasul terakhir yang mengangkat umat dari kegelapan menuju cahaya iman. Mengingat sabda beliau:

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَنْفَعْهُ .

“Barangsiapa yang mampu dari kalian untuk memberi manfaat kepada saudaranya hendaklah ia melakukannya.”

Rasul saw. ada pernah bersabda: “Kelak pada hari Kiamat, kaki seorang anak manusia tidak akan tergelincir (ke surga atau ke neraka) dari sisi Rabbnya, hingga lima perkara ditanyakan kepadanya: tentang usianya untuk apa ia habiskan, tentang jasadnya (masa hidupnya) untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya apa yang ia perbuat dengannya. HR. At-Turmudzi dengan sanad yang shahih.

Masya Allah, Islam memang sangat sempurna…

Tiada ajaran selain Islam yang dapat menandingi kesempurnaanya…

Pada hadits di atas Beliau Rasulullah telah memberikan wejangan kepada umatnya supaya mereka mempergunakan semua kesempatan yang Allah berikan dengan semaksimal mungkin…

Allah SWT. berfirman:

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1 – 3)

Waktu adalah hal berharga yang Allah berikan kepada setiap insan. Tapi terkadang kita menyia-nyiakan waktu itu untuk pekerjaan yang tak bermanfaat.

Akhirnya…..

Mudah-mudahan usaha ini dinilai sebagai amal shaleh demi tersebarnya ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah kepada teman-teman kami di dunia maya. Ketika ilmu agama mulai mengambang, Al-Qur’an mulai tersingkirkan dari para pembacanya, Islam mulai terlalaikan dari para pemeluknya, kami mencoba untuk bangkit mengajak umat, khususnya remaja Islam untuk tetap menyadari bahwa diri mereka adalah muslim yang harus tunduk patuh kepada Allah dengan menjalankan Islam secara benar. Semoga Allah memudahkan usaha ini. Amien.

Wassalamu ‘alaikum

Televisi

Juli 18, 2008 pukul 9:46 am | Ditulis dalam Opini-mu | 2 Komentar

Hidup Cerdas tanpa TV, Bisakah?????

Sahabat….qu!

Juli 3, 2008 pukul 11:03 pm | Ditulis dalam BulEtin SahaBat | Tinggalkan komentar

Pada zaman RASULULLAH, ada dua orang sahabat baik yang bekerja sebagai penggembala kambing, pada suatu hari, sahabatnya yang pertama bertanya pada sahabatnya yang kedua “Apakah benar kau sahabatku yang benar-benar setia?

Maka sahabat yang kedua menjawab “Bukankah kita telah bersama semenjak masih kecil dan besar bersama-sama??? aku tidak pernah menghianatimu, apa lagi yang mampu aku jadikan bukti bahwa aku benar-benar sahabatmu?

Sahabat yang pertama tadi membentak”Sesungguhnya kamulah manusia paling pendusta”,

Sahabat kedua tadi keheranan dan bertanya Apakah kesalahannya hingga melakukan seperti itu

Sahabat pertama tadi menjawab “pulanglah kau ke rumah carilah jawabanya, dan esok datanglah kau berjumpa padaku”,

Sehari-hari sahabat kedua tadi mencari sebab dia dimarahi oleh sahabatnya. Sedangkan sahabatnya tadi tak pernah melakukan seperti itu sebelumnya. Keesokan harinya pergilah ia bertemu dengan sahabatnya itu “Wahai sahabat, puas sudah aku mencari jawaban untuk pertanyaanmu tapi tidak juga aku temui”katanya sambil menangis “Katakanlah sahabat apa kesalahanku”?

Sahabat pertama merenungi wajah sahabat kedua

Pernahkah kau mengingatkan aku supaya mengucapkan dua kalimat syahadat, ato bersholawat atas junjungan NABI SAW ketika kita beristirahat dari lelah bekerja sambil ngobrol? “Sahabatnya menggeleng

Pernahkah kau mengingatkan aku supaya segera sholat dan kebaikan sholat ketika adzan dikumandangkan? “Sahabatnya menggelengkan kepala

Pernahkah kau menasehati aku supaya berpuasa setiap hari pada bulan Ramadhan? “Sahabatnya menggeleng lagi

Pernah jugakah kau mengingatkan aku mengenai tanggung jawabku supaya berzakat? “Sahabatnya menggeleng seraya menangis, NAMUN sahabat pertama tadi meneruskan pertanyaannya

“DAN pertanyaanku yang terakhir, Pernahkah kau mengajak aku menunaikan haji setiap kali kita dikaruniakan kelebihan rezeki? “Sahabat kedua mendiamkan diri sambil menangis terisak-isak..”

TIDAK PERNAH bukan? layakkah engkau bergelar sahabat padaku. Engkau tidak membantu aku melarikan diri dari neraka jahanam.”

ukhti, Jumat, 4 Juli, 2008 12:09 AM

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.