Cabe Merah Pacitan…

Januari 31, 2009 pukul 7:10 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, Ise_Ng2:) | 14 Komentar

bismillah…
eeee….
ceritanya gini, khan ga ada inspirasi tuk post apa…apa…

eee, terlintas suatu pertanyaan…
apa tu??
cabai
LOMBOK…( CABE…)
knapa???
waktu kita makan pastinya pedas, palaghi Lombok Pacitan (suatu daerah di Jawa Timur..pesisir Selatan)…uh…
uh…uh…(mantab… kata temenku si bash…)
trus…kita inisiatif tuk ambil biji-bijinya, mungkin agak berkurang…
eee, hasilnya tetep sama…Pedes…

ya udah, kita ambil kulit luarnya (gimana caranya???..pikir sendiri..)
eee, kok same…Pedas juga…

ya udah, kita cuci itu bagian dalemnya…..
eee, kok masih pedes juga ya???

apa batangnya yak yang pedes…???
kerana kata orang Medan dan Orang desa, bila kita mengamati..(sok jadi pengamat ya..) knapa masakan Padang yang sebanyak itu cabenya tak menyebabkan perut sakit…(loh…loh…kok malah nglantur???…KERANA tak ada inspirasi tadi….)
ya kerana batangnya disertakan dalam masakan…….(ooo kaitannya ma batang cabe tadi toh???)…

trus sekarang, Cabe itu yang Pedas apanya????
binund…n sambil cekikian..ma temen…

afwan kalo tak ada sambungannya…
abisnya binund tak ada inspirasi sih, ya udah nglantur, sekalian refresh gitu…

walhamdulillah

indahnya tarbiyatul umm…

Januari 27, 2009 pukul 7:46 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, ceR_pen, Renungan | 13 Komentar

bismillah,
Allah Ar-rochiem, Dialah Dzat yang maha Penyayang, Allah jauh lebih sayang kepada kita bila dibanding dengan siapapun, Allah masih tetap memberikan kita rezqi meski kita melakukan dosa, Allah tetap ingat kita meski kita tak pernah ingat kepadaNya…astaghfirulloh

kata orang dalam puisinya
“kasih ibu sepanjang beta…
tak terkira sepanjang masa…
Hanya memberi, tak harap kembali (kcuali balasan dariNya)
bagai sang Surya menyinari dunia…”

Masya Allah begitu besarnya kasih sayang yang ibunda berikan kepada kita…tiada lagi terhitung kasih sayangnya kepada kita, mulai dari sewaktu masih dalam kandungan, terus saat-saat melahirkan, menyusui, merawat setiap waktu, mengganti, mencuci pakaian yang kita pake (sewaktu kecil mestinya..iya kan??). Tak pernah aku dengar seorang ibu minta balasan kepada anaknya kerana jasa dan kasih yang Allah berikan melalui sang Ibunda…Subhanalloh…(tapi jangan lupakan kasih sayang ayah loh ya…mereka pun tak kalah besar jasa mereka pada kita…)

Dan…
ternyata, bila kasih sayang seorang ibunda kepada ananda sangat dalam, padahal itu semuwa hanyalah SATU BAHAGIAN SAHAJA dari seratus bagian dari kasih sayang Allah yang dibagikan kepada SELURUH makhluqNya di dunia ini…! masyaAllah, maka karunia kasih sayang seperti apa yang niscaya Allah berikan kepada para penghuni Surga nanti??? yang perbandingannya ada 99??? (asmaul Husnaa…)
masya Allah…

Surga…/ Jannah…
sifatnya adalah…
-maa laa ‘ainun ro-at wa laa udzunun sami’at wa laa khothoro fie qolbi basyarin…- masyaAllah…
-tiada mata yang pernah melihat, tiada pendengaran yang pernah mendengar, dan tiada terlintas dan terbayangkan oleh hati manusia…-

Robbanaa aatinaa fid Dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban Naar…
Robbighfir lanaa waliwaalidiina warhamhum kamaa robbauna shighooroo…amien Yaa Robbal ‘aalamien…

inspirated by, suatu kisah yang menceritakan pengaduan seorang anak yang menjumlah biaya yang harus ibunya bayar setelah menjalankan apa yang ibunya perintah, mulai dari mencuci pakean, menyapu halaman, pergi ke toko tuk blanjaan ibu, hingga menjaga adiknya ketika ibu sedang pergi…dan jumlah akhir, HUTANG IBU sekian rupiah…astaghfirulloh…
ketika itu sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu, lantas sang ibu menjawab.
bahwa selama sembilan bulan Ibu mengandung, menyusui, dan kasih sayang yang slalu ibu berikan, semuanya itu GRATIS…

setelah selesai ibu jawab, anak itupun berlinang air mata, kmudian mwnatap ibunya dan berkata “bu.., aku sayang sekali sama ibu…”
lantas jawab sang anak…“HUTANG IBU LUNAS…”

alhamdulillah…semoga kita dimasukkan oleh Allah dalam golongan orang yang tau diri, hingga dapat mensyukuri segala NI’MAT yang Allah berikan melalui orang tua kita, amien….

sudahkah KITA hisab diri…?

Januari 24, 2009 pukul 5:06 pm | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi | 8 Komentar

bismillah,
Walhamdulillah, dengan segala ni’mat yang Allah kurniakan kepada kita semuwa, akhirnya virdaus dapat menulis coretan-coretan yang ada di alam pikirrnya…dan inilah hasilnya

ikhwati…setelah berhari2 tak ada kata yang terlontar dan juga artikel yang tertuang di laman ini, mari berhenti sejenak tuk membuka lembaran-lembaran yang mungkin tlah lama kita tinggalakan, laman-laman yang tlah hampir usang dimakan usia. Sudah brapa banyak musibah menimpa diri kita, family kita, kawan kita, hingga negara Indonesia kita punya???
Yach, musibah boleh (bisa) membuka mata hati kita atopun malah dapat juga membutakan mata hati kitaAstaghfirullohal ‘adhiem…
Ya udah klo gitu, btw….aku nanya ke antum semuwa, apakah antum sedang tertimpa musibah?? entah itu BT, atokah TB (Tekanan batin …) cuma kitakah yang sedang kesambet ma yang namanya musibah itu? adakah yang lebih parah dari kita? coba tengok dunia luar kita. Seseorang yang tertimpa kemiskinan, kerana terpaksa dia mencuri, entah itu ayam, sandal, kotak infak, ato sesuatu yang sepele sekalipun, eh berakhir dengan tragis dihajar massa, terkapar, sementara anak dan istri menunggu dengan penuh harap sang ayah kembali dengan membawa secuil rizqi tuk penuhi perut mereka. Padahal tak taunya yang ditunggui sedang ngatur nafas ajah kesulitan (kata orang “nafase ajha senin kemis…kek puasa jha…)

Ikhwah…Pernah terbayang ga kejadian di atas???”alah…gitu ajha mah dah biasa…” eit…cuba bayangin andaikata kejadian itu menimpa diri kita. Tak jarang kurnia Allah yang kita nikmati tanpa ingat tuk mensyukuri….NA’UUDZUBILLAH….

Nah..ikhwah yang lagi boring, bossend, jutek, ato lagi apa ajalah yang sedang baca postingan ini, seberat apapun musibah yang tertimpa pada kita, di mana aja kita hidup, bukankah cabaran selalu datang????

Sebagai seorang yang ngakunya muslim/ berserah diri hanya pada Allah, musibah yang berujung pada kematian yang tiada orang dapat ketahui kapan datangnya pun kita harus tetap yakin bahwa di belakang itu semuwa ada hikmahnya.

itulah kehidupan
biarlah waktu berjalan
sering kali kita terlindas
boleh juga kita jatuh
goyah, mingkin nyaris hancur
Tapi
biarlah semuwa berlalu….

Mumpung sekarang masiy ada waktu, nyok kita sama-sama berdiri, hadapi musibah dengan sabar, tak ada salahnya kita lalui waktu yang akan datang dengan lembaran-lembaran baru yang lebih baik, harapannya…
kiranya Allah perkenankan keinginan kita semuwa….amien
sehingga nantinya Surga Firdaus tempat kembali kita yang kekal abadi… insyaAllah

Ya Allah, kurniakan rasa syukur pada diri Hamba pada tiap ni’mat yang Engkau berikan….

Tak semua Betina itu lemah…!

Januari 20, 2009 pukul 7:00 am | Ditulis dalam bahaN Introspeksi, ceR_pen, Ise_Ng2:) | 14 Komentar

laba-laba-betina
Hai prend….masih nget khan, ama firman Allah yang berbunyi

“matsalul ladziinat takhodzuu min duuniLlahi auliya-a kamatsalil ‘ankabut- ittakhodzat baitaa wa inna auhanal buyuuti labaitul ‘ankabuut, lau kaanuu ya’lamuun…”(al-‘Ankabut: 41)

Inget ga???inget ga ma tu ayat?? Pasti dunk, kan sering dibaca, atau malah ada yang sudah afal di luar kepala nech…Subhanalloh , ok but teme2 pernah ga sich perhatiiin or terbersit sebuah pertanyaan pada lafal “ittakhodzat” di ayat tsb?? Napa ya dhomirnya muannats…(kata ganti tuk perempuan) padahal lafal “ِAl-‘ankabut” termasuk mudzakkar( kata tuk laki-laki)???

Nah, ini nich ada sedikit information about rahsia tsb. Ilmu pengetahuan moden membuktikan bahwa sebenarnya yang membangun sarang laba-laba itu Laba-laba betina not Laba-laba Jantan, (so Spidergirl dunk…he….). Fakta ilmiah ini blum diketahui seorangpun ketika ayat Al-Qur’an ini diturunkan, ini menunjukkan ketelitian redaksi Al-Qur’an…!

Ternyata tak semua jenis betna itu lemah lho…!!!

End sebenarnya masih banyak rahsia laen yang terkandung dalam Al-Qur’an, dan dijamin akurat. Cuman Al-Qur’an thok yang ponya kelebihan kayak gini nich, ga ada di kitab-kitab yang dianggap suci lainnya di dunia ini yang sesempurna Al-Quran. Terkandung di dalamnya semuwa bidnag disiplin ilmu mulai dari yang berkaitan ma syareat amP ilmu-ilmu moden dewasa ini.
So, kamu-kamu yang ngaku generasi moeslem kudu bisa jadi ilmuwan-ilmuwan Muslim tuk gantiin mereka ilmuwan-ilmuwan kafir!!! Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, gali semua apa yang tersirat di dalamnya, Hingga akhirnya Islam bisa kembali berjaya dan menjadi mercusuar dunia, dan bintang terang tuk kita semuwa….

disarikan dari buku “Ilmu-ilmu al-Qur’an…dengan sedikit gubahan,…)

harapan perpisahan…hai Sobat

Januari 18, 2009 pukul 6:10 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, Ise_Ng2:), Segera...!!! | 6 Komentar

Bismillah, akhirnya walo dengan segenap hambatan dan kebosanan terhadam pula di hadapan para milis semuwa. Dan juga kerana terbantut oleh beberapa hal.
Ku hadiahkan kata2 di atas kepada teman-temanku, mu’allim-mu’allimku.
yang akan menuntut ilmu dan kan kembali ke Negri Jiran, Malaya…
Jazaakumulloh khoir atas ilmu yang kalian berikan dan pengalaman yang kalian ceritakan, semoga dapat memberikan inspirasi tuk melangkah lebih maju, wa bil khusus ilaa Bang Farihin Abdul Fattah (pencetus nasyid Raihan, dll), bang Abdurrahman (ponpes Ash-shirootol mustaqim-Terengganu), Muhammad dan Aidil…
Kerana semakin dekatnya perpisahan antar kita hai sobatku, kita tlah lama bersenda gurau, tak terasa tiga bulan tlah berlalu, akhirnya waktupun kan memisahkan kita.

Kala perpisahan di ambang mata
Kurasa jarum jam berputar lebih cepat
Lebih cepat pula saat kau pergi dariku
Membawa semuwa kenangan manis
Pahit, yang terindah, yang terjadi antara kita

Di saat kita bersama
Di saat kita tertawa, merenung dan cerita
Kerana persahabatan
Ku tahu ku pernah bersalah
Tapi ku harap kau
Kan memaafkanku
Kau pergi membawa kenangan terindah
Kau pergi, ku harap slalu do’amu
Kau pergi dan suatu hari nanti
Kita kan bersua kembali
Bila Allah kehendaki….

Sobat….bilamana al-faqier “virdaus” pernah berperilaku salah, berperilaku yang kurang berkenan di hati antum semuwa, maka harapanku tiada lain dan tidak bukan slalu ikutkanlah aku dalam do’amu, dan ma’afkanlah segala silapku, moga Allah berkenan tuk kabulkan do’a kita semuwa…

Tinggal hitung hari, jam dan menit perpisahan kan terjadi, tapi besar harapan semoga perpisahan ini menjadi awal agenda silaturahmi kita untuk masa yang akan datang…
insyaAllah…

empat yang perlu kita cermati…

Januari 17, 2009 pukul 6:01 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, Nyantai-Rohah, Renungan | 4 Komentar

Bismillahirrohmaanirrohiem…
Alhamdulillah, pagi ini dengan kurnia Allah ku masiy bisa tuk hirup udara segar, sholat shubuh jama’ah, dan masiy banyak ni’mat yang lainnya hingga ngepost tulisan yang semoga dapat bermanfaat bagi kita semuwa. Bilamana ada baiknya maka itu semuwa datangnya dari Allah dan bilamana hanya kejelekan yang didapat maka buanglah jauh2 dari benak pikiran anda, dan…bilamana ada kekurangan, maka andalah orang yang kan sempurnakan…semoga….

Seperti hari-hari kemaren, cahya mentari pagi menyapaku di ufuk timur. Udara masih terasa dingin menusuk tulang (alo setelah masuk ruangan AC pun diidupken…fhiuh tambah dingin nih rasanya…)alhamdulillah. Kabut tipis pun berjatuhan ke bumi nan indah lestari ini.

BTW, kenapa musti tiap kali sedang santai-santai terbersit suatu hal yang bisa ditulis, dan pinginnya ntar idupin kompi langsung tulis tuh suatu hal…eee, idupin kompi../buka word, ketik satu dua tiga kata… tak brapa lama rasa bossend, kantuk, de el el menghinggapi diri yang dlo’if ini hingga tulisan pun hanya sampe pada dua baris ajha, masa’ gitu mo dipost..??? ya nggak lah…!

Tapi, tadi malem, kali ini…Allah kurniakan semangat yang insyaAllah tetep eksis hingga kembali ke haribaanNya…amien, walopun belum selese ngantuk jugha…he….

Mungkin kerana terinspirasi ma ceramah-ceramah yang membahas tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar, yakni bahwa hal ini harus dipunyai oleh tiap orang yang ngakunya Muslim. Mungkin juga…kerana akhir-akhir ini temen-temen pada ngedengerin ceramah yang berisi tentang kewajiban amar ma’ruf nahi munkar atas tiap orang yang ngakunya MUSLIM…

Suatu kali Al-Khalil Ibnu Ahmad pernah mengatakan di dalam kitab, Ihya’ ulumud dien karangan Al-Imam Al-Ghazaali bahwa macam manusia tu da empat:

1. Rojulun yadri annahu yadri wa yadri annahu yadri,
2. Rojulun yadri wa laa yadri annahu yadri,
3. Rojulun laa yadri wa yadri annahu laa yadri, dan
4. Rojulun laa yadri wa laa yadri annahu laa yadri.

Apa sih maksud tulisan di atas???

Mari bersama kita amati satu persatu pernyataan-pernyataan di atas,

Mulai dari yang pertama, seseorang yang tau bahwa dirinya tau dan merasa bahawa dirinya tu tau, maksudna ada sorang yang dia itu ada ilmu dan dia pun ngerasa bahawa dirinya punya ilmu. Orang yang begini ini yang musti kita ikuti, dan kita contoh!!!
Kerana dia adalah orang yang sadar akan keilmuan yang ia miliki…yang semestinya kan mengantar dia pada amalan yang baik pula di kesehariaannya, insyaAllah…

Kedua, seorang yang tak merasa bahawa dirinya ada ilmu, orang yang seperti inilah yang perlu kita bangunkan, kita beri semangat dia, dan perlu kita sedarkan kerana sebenarnya dia mempunyai bakat terpendam dan pengetahuan yang amat luas akan tetapi sayang seribu sayang ia tak merasakan akan hal itu…

Ketiga, seorang yang tidak tau dan merasa bahwa dirinya tidak tau. Orang yang seperti inilah hendaknya yang kita ajari. Kerana hakekatnya, dia adalah orang yang butuh petunjuk…

Dan yang terakhir, seorang yang tidak tau dan tidak tau bahwa dirinya tidak tau, dengan kata laen…orang yang bodoh tapi tak merasa kalo dirinya tu bodoh, bahkan lebih parah lagi klo ini orang membantah ajakan baik orang lain, orang yang begini ini haruslah kita jauhi dan kita tinggalkan…

Kriteria pertama biasa dimiliki Ulama’ istiqomah, ilmu dan amalannya benar, dan inilah yang harusnya kita ikuti.
Untuk kriteria kedua ini, bilamana kita mengetahuinya maka hendaklah kita menyedarkan dia.
Ketiga, orang yang selalunya waktu yang ia miliki digunakan tuk cari pengetahuan tentang ajaran Islam, maka kewajiban orang yang berilmu adalah mengajarinya…

Dan yang terakhir, knapa kok malah ditinggalkan???kenapa tak kita ajari???
Bagaimana kita akan mengajari??? Ulama’ saja ia bantah!!!! Astaghfirulloh….
Dan sifat terakhir inilah yang perlu kita hindari, kita jauhi, kita buang jauh2 dari diri kita, dan semoga Allah lindungi diri kita semuwa…

Terus posisi kita sekarang ini ada di mana???
andalah yang kan menentukan…dan Allah Maha Kuasa akan segala sesuatu…

wal’iyaadzu biLLah…
inspirated by Al-ustadz Habib Rizieq Shihab…

Jazaakumulloh khoir bib….

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.