Rusaknya akidah masyarakat Kota!!! cat. 1 Syuro

Desember 29, 2008 pukul 3:28 pm | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, ceR_pen, Ise_Ng2:), Majlis Ilmu, Segera...!!! | 8 Komentar

Bismillah, walhamdulillah ‘alaa kulli haal wa na’uudzubillah min syarri ahlin naar…
Yah udah moden gini masiy da yang percaya klo kotoran binatang yang tadi malem ato tepatnya tiap malem satu syuro diarak itu kan datengkan berkah tuk siape saje yang bisa ngusapin wajahnya dengan kotoran kerbau itu…ihh…joyok amat tuh, jaman gini masiy aja percaya ma gituan!!! Lagian yang dijadikan obyeknya adalah (maaf yak tuk wong Solo jowo), aku sendiripun wong jowo tulen tapi Islam. KOTORAN KER-BAU!!! Sumpeh, kerbau. Ato kerana kerbaunya import ya??? (coz warnanya putih semu merah/ kayak kulit orang bule itu loh…yang nashrani lo…!) ah… ga taulah aQ, coz Allah tlah berikan rahmatNya tuk ga ikut2an suatu amal yang tiada jluntrungnya, Wa na’uudzubiLLah min syarri dzaalik!

Allah menyatakan:
إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَي ِإثْمًا عَظِيْمًا
“Sesungguhnya Allah tidaklah mengampuni (dosa) dari kesyirikan terhadap diri-Nya dan Allah mengampuni (dosa-dosa) selain itu bagi orang yang Ia kehendaki. Dan barangsiapa yang menyekutukan-Nya (dengan sesuatu) maka sungguh ia telah membuat dosa yang besar.”

Sungguh memprihatinkan! Masyarakat Indonesia yang ngakunya siy… muslim but masih banyak yang nglakuin praktek kesyirikan. Ya… menyekutukan Allah dengan sesuatu. Mengakui adanya kekuatan ghaib selain dari Allah Ta’ala. Percaya klo batu, pohon atau benda-benda lainnya bisa manfaatin dan madharatin. Itulah kesyirikan yang tidak diampuni dosanya, hingga ia meninggalkan kesyirikannya dan bertaubat kepada Allah Ta’ala.

Tak hanya lingkungan sajha yang butuhkan pemantapan dalam memahami aqidah yang benar. Kota pun tak jauh harapkan Aqidah yang benar, bahkan kita semuwa butuhkan itu!!!!

Amat sangat disayangkan, sebenarnya mereka juga mengamalkan perintah-perintah agama tapi di lain waktu mereka juga melakukan praktek kesyirikan. Entah sadar maupun tidak, dan mengerti maupun tidak mengerti. Contoh yang sering kita lihat adalah ritual “Dayangan”. Di mata masyarakat, “Dayangan” dinilai sebagai pelengkap desa. Kegiatannya dilakukan bila ada acara rasulan (bersih-bersih desa)/ pernikahan / sunatan dll.

Wallahu a’lam.

Iklan

5 hal yang paling … di dunia!

Desember 25, 2008 pukul 6:14 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, ceR_pen, Majlis Ilmu, Renungan, taWasho 4 U | 8 Komentar

Bismillaahirrohmaanir-rohiem
Suatu hari beliau, Imam Al-Ghazali ada bertanya kepada muridnya; isi petanyaan beliau adalah beberapa hal yang menurut admin this hum amatlah penting tuk kita renungi bersama. Dan insyaAllah author (virdaus rojaie) akan angkat ni topik dalam acara “lima menit bersama tholabatul ‘ilm ba’da ‘isya’ bertempat di masjid Al-Abror-Solo. (harapannya dapat mengamalkan dan mentadabburi dari isi-isinya, amien Yaa Mujiibas saa-ilien…)

PERTAMA : Imam Ghazali bertanya ‘apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini??? Sang murid ada menjawab:”orang tua, guru, dan teman”. Imam Ghazali membenarkan semua jawaban yang diberikan akan tetapi ada jawaban yang paling tepat tuk pertanyaan ini, apa itu??? Dia adalah ‘kematian’. Mari bersama kita lihat dan renungi kembali surat Ali ‘Imran ayat 185.

KEDUA : beliau bertanya ‘apakah yang paling jauh dari diri kita di dunia yang fana ini??? Lalu muridnya menjawab :”China, bulan, matahari dan bintang”. Lalu Imam Ghazali menegaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah betul tetapi yang paling betul ialah ‘masa lalu’. Karena dengan cara apapun kita tidak akan dapat kembali menuju/ mendatangi masa lalu. Oleh sebab itu marilah kita jadikan hari ini dan hari mendatang lebih baik dan berharga dari hari –hari yang tlah berlalu, dengan beramal yang baik-baik hingga tiada sesal di kemudian hari nanti.

KETIGA : beliau bertanya tentang ‘apakah yang paling berat di dunia ini??? Lalu muridnya menjawab :”besi dan gajah”. Imam Ghazali mengatakan bahwa dua jawaban di atas adalah benar, akan tetapi yang paling benar ialah ‘menanggung amanah’. Tumbuhan, binatang, gunung-gunung tak sanggup tuk memikul amanah, tetapi manusia dengan kecongkakan dan kesombongannya menyatakan sanggup tuk memikulnya ketika Allah meminta makhlukNya untuk memikul amanah khalifah di bumi. Manusia banyak yang rusak dan binasa karenana tidak mampu memikul amanah dengan baik, itu semuwa diakibatkan kecongkakan mereka atas amanah yang ditetapkan oleh Allah. mari kita kaji kembali surat Al-Ahzab ayat 72 (tentang amanah yang dkberikan kepada makhluqNya).

KEEMPAT : beliau ada bertanya ‘apakah yang paling ringan di dunia??? Lalu muridnya menjawab :”Kapas, angin, debu dan awan”. Imam Ghazali menyatakan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar, tetapi yang paling benar ialah ‘meninggalkan sholat’ karena manusia sering mempermudah dan meremehkan dalam masalah sholat (illaa man rohima Robbuh/ kecuali orang yang Allah belas kasihani), itu semuwa disebabkan karena manusia terlalu mementingkan urusan dunia.

KELIMA : beliau bertanya tentang ‘apakah yang paling tajam di dunia??? Lalu muridnya menjawab:”Pedang”. Imam Ghazali mengatakan (sebagaimana sebagian kita tlah mengetahui) bahwa jawaban itu adalah benar adanya, tetapi yang paling tepat ialah ‘lidah manusia’, di mana disebabkan lidah, manusia dapat menyakiti dan melukai perasaan orang lain sehingga terjadilah pertikaian dan perpecahan.

Ya Allah jadikanlah aQ dan orang2 yang beriman kepadaMu dalam golongan orang-orang yang slalu mentadabburi ayat-ayatMu dan sunnah NabiMu shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam, amien Yaa Mujiibas saa-ilien.

Walhamdulillah, Wallahu a’lam wa ‘ilmuhuu atammu

Santun dalam berdakwah

Desember 21, 2008 pukul 6:32 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, Majlis Ilmu, Nyantai-Rohah, Perjuangan Ikhwah, Renungan | 11 Komentar

Bismillah, Dakwah merupakan kewajiban seorang muslim yang hidup di dunia….oleh kernanya, maka
Persiapkan diri untuk meniti jalan dakwah… karena dakwah bukan sekedar kecakapan berpidato di depan para jama’ah ato orang banyak. Jangan lupa, memberi contoh yang baik adalah dakwah yang santun tapi penuh simpati…. tebarkan salam kepada teman-teman dakwah ketika bertemu…. atau berpapasan di jalan…. mulailah dengan salam…. itu contoh yang sangat diiri oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi, karena mereka tak punya model sambutan ketika bertemu sesama mereka… sedang umat Islam bila seluruh jagat raya ini mau menebar salam bila bertemu, niscaya terlihat pancaran kekuatan Islam yang begitu erat… erat dalam berukhuwah, bersaudara sesama muslim…
so, yang hwarus kita canangkan dan perhatikan adalah kekuatan jasmani dan rohani dalam hidup di bawah naungan Islam.
semoga yang sedikit ini dapat menambah kita wawasan keislaman khususnya dalam bidang dakwah.

Maklum lah pemilik rumah baru sok sibuk…hehehe…
wallahu a’lam

virdaus rojaie n my inspirat room

Ada apa dengan tanggal “9”…

Desember 17, 2008 pukul 6:25 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, Ise_Ng2:), Majlis Ilmu, Mutiara Hikmah, Nyantai-Rohah, Opini-mu, Renungan | 13 Komentar

Bismillahirrohmaanir rohiem…
Sebelum segala sesuatunya dimulai…aku ingin sampaikan bahwa pertanyaan ini tak ada tujuan tuk menghasut, ngrasani ato apalah…
tapi maksudna dari tulisan ini adalah sekedar mo ngisi kekosongan dan mudah2an ada manfaatnya tuk kita jadikan bahan renungan…

wallahul muwaafiq ilaa aqwaamit thoriiq..

ada apa dengan tanggal 9 (baca: sembilan) ???

loh kok tanyanya kaya gitu???
ya iya lah…(hey g ikutan loh…)

1. Kejadian WTC terjadi di tanggal 9 bulan sept.
trus
2. Azhari (yang katanya, versi pol. merupakan pakar bom) tertembak (menurut versi pol.) jugha pada tanggal 9 (afwan sayange aku lupa bulan apa???)
laghi
3. Amrozi cs. dieksekusi jugha pada tanggal 9 (sempat tertunda sekitar seminggu dari jadwal yang telah ditentukan…) bulan sept.
trus apa laghi hayyo???
4. Pemilu besok jugha rencananya jatuh pada tanggal 9 bulan April…

trus sebenarnya ada pa dengan tanggal 9..????

ingat, kluar dari hal2 yang berbau syirik loh ya…!!!
jangan sampai jadikan hal ini menggiring kita dalam kesyirikan…
“wal’iyaadzu biLLah…”

–Jangan-jangan ini tanggal (9) sebagai tanggal perayaan buat para “petinggi negeri” yak???

wallahu a’lam…

Kado Lemparan Sepatu buat Busy..(syet)

Desember 16, 2008 pukul 7:59 am | Ditulis dalam BulEtin SahaBat, Nyantai-Rohah, Opini-mu, Tips jitu... | 7 Komentar
BAGHDAD – Presiden AS George W. Bush yang mengakhiri tugas bulan depan mendapat “balasan setimpal” atas ulahnya di negeri Iraq. Ketika jumpa pers dalam kunjungan perpisahan ke negeri yang carut marut oleh perang yang digagasnya, Bush mendapat dua kali lemparan sepatu dan teriakan anjing. Ini simbol penghinaan paling rendah terhadap seseorang di budaya Timur Tengah.

Pelaku yang membuat malu orang nomor satu di AS itu adalah wartawan Iraq bernama Muntadar al-Zaidi, 28. Dia koresponden televisi Al-Baghdadiya, sebuah stasiun televisi Iraq yang berkantor pusat dan mengudara dari Kairo, Mesir.

Penghinaan kepada Bush itu terjadi di Istana Salam, kantor Perdana Menteri (PM) Iraq Nuri Al-Maliqi, Minggu malam waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Saat itu berlangsung sesi tanya jawab. Seorang wartawan bertanya apakah Bush datang ke Iraq untuk merayakan kemenangan? Bush pun mengatakan, “Tidak, saya mempertimbangkan itu sebagai satu langkah penting menuju Iraq yang mendukung dirinya sendiri, memerintah dirinya sendiri, dan mempertahankan dirinya sendiri. Ada beberapa tugas yang harus dilakukan. Perang belum usai,” ujar presiden yang 37 hari lagi lengser dan digantikan Barack Obama pada 20 Januari nanti.

Ungkapan “perang belum usai” itulah yang memantik kemarahan Al-Zaidi yang duduk di barisan ketiga dan berjarak hanya sekitar empat meter dari podium tempat Bush dan PM Nuri Al-Maliqi berdiri. Al-Zaidi sekonyong-konyong bangkit dari kursinya dan berteriak dalam bahasa Arab. “Ini hadiah dari rakyat Iraq. Ini ciuman perpisahan, kamu anjing,” teriak jurnalis Iraq itu sambil melemparkan sepatunya ke wajah Bush.

Rupanya, di usia 62 tahun, refleks Bush bagus juga. Dia spontan membungkuk sehingga terhindar dari lemparan. Sepatu wartawan muda itu hanya melintas di atas kepala Bush dan menghantam bendera AS dan bendera Iraq di belakangnya dengan suara cukup keras.

Tak puas karena lemparan pertama meleset, jurnalis berkacamata itu kembali melemparkan satu sepatunya. Kali ini dia sambil berteriak dalam bahasa Arab. “Ini untuk para janda, anak-anak yatim piatu, dan mereka yang tewas terbunuh di Iraq,” ucap Al-Zaidi lantang. Namun, lemparannya dalam jarak sangat dekat itu kembali meleset. Lagi-lagi Bush berhasil ngeles. PM Nuri Al-Maliki yang semula hanya bengong di sampingnya kali ini membantu menangkis lemparan dengan menyilangkan lengannya di depan wajah Bush.

Aksi nekat Al-Zaidi baru berakhir setelah petugas keamanan Iraq dan agen rahasia AS beramai-ramai menjatuhkannya ke lantai. Al-Zaidi kemudian digelandang keluar dari ruangan. Namun, pria itu terus meneriaki Bush. Suaranya meraung-raung sehingga terdengar sampai ke ruang lain.

Juru Bicara Gedung Putih Dana M. Perino yang berdiri di samping kedua pemimpin negara itu hanya mematung menyaksikan semua kejadian memalukan tersebut. Dia hanya memegang mikrofon yang sedianya digunakan bagi wartawan penanya.

Bagaimana reaksi Bush? Dasar presiden cowboy, dia malah cengegesan. Setelah berhasil mengontrol dirinya yang terkaget-kaget, mantan pilot pesawat AU itu meminta jumpa pers dilanjutkan. Mengawali ucapannya, bukannya marah, Bush justru berkelakar. “Hal ini tidak mengganggu saya. Jika Anda menginginkan fakta, itu sepatu ukuran 10 yang dilemparkannya,” kata Bush bercanda untuk menunjukkan dia meremehkan insiden itu. Presiden ke-43 Amerika tersebut kemudian mengatakan, “Saya tidak merasa terancam sama sekali. Seperti berlomba dalam politik ketika orang berteriak padamu. Itu cara orang menunjukkan perhatiannya,” ucap Bush.

Bush boleh saja menganggap sepele. Namun, pelemparan sepatu atau alas kaki dalam kebudayaan Arab dianggap sebagai penghinaan terbesar. Mereka menganggap target lemparan sepatu derajatnya lebih rendah daripada alas kaki itu yang selalu di tanah dan kotor. Tak heran, setelah patung Saddam Hussein ditumbangkan di Baghdad pada April 2003, banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu melempari wajah patung dengan sepatu mereka.

“Kado” sepatu wartawan itu juga menunjukkan bahwa invasi yang digalang Bush ke Iraq pada Maret 2003 yang berhasil menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein berakhir sia-sia. Invasi dengan alasan mencari senjata pemusnah masal justru menyulut pemberontakan mematikan dan kekerasan sektarian bertahun-tahun.

Lantas, bagaimana nasib wartawan Al-Zaidi? Dia langsung diperiksa pengawal PM Nuri Al-Maliki dan dites alkohol serta obat-obatan terlarang.

Menurut seorang pejabat Iraq, Zaidi diinterogasi apakah ada orang yang membayarnya untuk melemparkan sepatu ke arah Bush. Kini dia dalam penahanan atas dakwaan yang tidak jelas.

Kolega Zaidi di stasiun TV Baghdadia mengungkapkan, Zaidi sebagai wartawan berdedikasi. “Dia selalu berkomitmen dengan tugas-tugasnya. Sebelum ke Baghdad sebulan lalu, dia menjalani training di Lebanon dan menjadi kepala koresponden di sana,” ujar Haider Nassar, kawan Zaidi di Baghdadia. Disebutkan Nassar, Zaidi memang tidak setuju dengan kehadiran pasukan koalisi pimpinan AS di Iraq. Karena itu, dia selalu mengakhiri laporannya dengan kalimat, Muntadar Al-Zaidi melaporkan dari daerah pendudukan Baghdad”.

Dari Kairo, Muzhir Al-Khafaji, direktur program Al-Baghdadia, melukiskan Zaidi sebagai “orang Arab yang bangga dan berpikiran terbuka.” “Kami mencemaskan keselamatannya,” tambahnya

Meski menyesalkan ulah krunya di jumpa pers, stasiun televisi Al-Baghdadia menuntut pihak berwenang Iraq membebaskan Zaidi. “Dia harus bebas sejalan dengan demokrasi dan kebebasan menyatakan pendapat yang dijanjikan otoritas Amerika kepada rakyat Iraq,” kata televisi itu dalam pernyataannya kemarin.

Di Iraq, ada dua tanggapan bertolak belakang atas ulah Zaidi. Kalangan pejabat dan pemerintah Iraq menyesalkan tindakan Zaidi. Sebagian wartawan media pemerintah langsung meminta maaf kepada Bush beberapa saat setelah insiden terjadi. Hal yang sama dilakukan pemerintah Iraq melalui PM Nuri Al-Maliki.

Namun, di bagian lain tak sedikit rakyat Iraq yang mengelu-elukan Zaidi sebagai pahlawan yang mewakili kemarahan kepada Bush yang mereka sebut penjahat perang. Demonstrasi yang terjadi sehari setelah insiden menunjukkan foto Zaidi diangkat dan sepatunya dijadikan simbol penghinaan terhadap Bush dan Amerika.

Kedatangan Bush yang berakhir kemarin adalah kunjungan resmi keempat sekaligus yang terakhir di Iraq sejak dia memerintahkan invasi Maret 2003. Selama dua hari di Baghdad, Bush dan mitranya dari Iraq, PM Nuri Al-Maliki, menandatangani perjanjian keamanan yang memaparkan panduan-panduan baru bagi tentara AS di Iraq.

Sebelumnya, Bush mengelilingi jalan-jalan di seantero Baghdad menggunakan iring-iringan kendaraan. Perjalanan keliling Kota Baghdad tersebut adalah yang pertama dilakukan Bush. Dia belum pernah pergi ke mana pun, selain ke pangkalan militer AS atau ke Green Zone yang berpengawalan sangat ketat.

Sejumlah laporan gabungan menyebutkan, iring-iringan kendaraan yang ditumpangi Bush melintasi jalan-jalan seantero Baghdad yang dijaga sangat ketat sebelum akhirnya tiba di kediaman Al-Maliki untuk melakukan jumpa pers dan mendapat lemparan sepatu.

Senyum…(mu)

Desember 16, 2008 pukul 12:17 am | Ditulis dalam Aku dan Hari2ku, bahaN Introspeksi, BulEtin SahaBat, cin_Ta, Majlis Ilmu, Opini-mu, Renungan | 4 Komentar

senyumlah

senyumlah seperti Rasulullah

Senyum kalo dirasa dengan hati yang poaling dalam adalah suatu yang indah. Apalagi senyum itu timbul atau merekah dari bibir seorang cantik jelita buat anda. Wowww.. dunia serasa milik anda. Yap, senyum adalah suatu yang abstrak, tak tergambar tapi seperti yang telah aku sebutkan, indah. Dengan senyum semuanya menjadi rileks; dengan seyum marah hilang tak bersisa. Senyum itu shodaqoh kata Rasulullah. Rasulullah pun suka tersenyum. Contohnya saja ketika beliau berkata kepada seorang nenek tua bahwa orang seperti dia tidak ada di surga. Si nenek menangis karena jawaban beliau. Kemudian dengan senyumnya beliau berkata, ‘yah jelas ajha tidak ada orang tua seperti anda di jannah karena Allah telah mengganti wajah2 dan tubuh2 penduduk surga dengan yang lebih bagus dan tidak kriput seperti anda.

Kebayang ga?? Betapa indahnya dunia ini kalo dipenuhi dengan senyum (but ni senyum bukan senyum elu but (laghi) senyum yang kluar dari lubuk hati yang terdalam). Bila ada dua orang teman berantem lalu saling boicott lammaaaa bangets (mungkin nih terjadhi pada andA) coba klo salah satu dari mereka tersenyum ketika bertemu di jalan truz berjabat tangan. Mungkin kemarahan dan permusuhan akan hilang. Atawa klo enggak ketika semuwa di sekitar anda tak berpihak kepada anda, melawan anda… janganlah marah cobalah tuk tersenyum dan tanggapi masalah ini dengan ketulusan hati

—udah ngantuk so..maklum lho ga nyambung—

Wallahu a’lam

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.